Berita Lampung

Resmikan Dapur MBG di Bandar Lampung, Ahmad Muzani Dengar Curhat Relawan 

Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajabasa 3 di Gedung Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung

Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Dokumentasi/Riyo Pratama
BERDIALOG - Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat berdialog dengan relawan seusai meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajabasa 3 di Gedung Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026). 

“Tentunya ini suatu kebanggaan di tengah kesibukan Pak Muzani masih bisa menyempatkan hadir dan meresmikan dapur ini. Semoga ini menjadi semangat kita semua,” kata Mikdar.

Ia juga mengapresiasi Ketua Umum Yayasan PT Nusantara yang terus memberikan dukungan sehingga pembangunan dapur dapat diselesaikan dalam waktu 42 hari, lebih cepat dari batas waktu 45 hari sesuai aturan.

“Setelah diresmikan kita akan distribusikan, kami masih menunggu kepala SPPG,” ujarnya.

Menurut Mikdar, pendirian dapur ini merupakan bentuk komitmen Yayasan Nusantara Lampung Abadi untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat Lampung, sejalan dengan program pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 1.300 dapur direncanakan berdiri di Lampung.

“Kalau satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat, maka di Lampung ini kurang lebih ada 3,9 juta penerima manfaat,” ujarnya. 

Dari sisi ketenagakerjaan, setiap dapur diperkirakan melibatkan sekitar 50 karyawan dan relawan. 

Jika dikalikan 1.300 dapur, maka berpotensi membuka sekitar 65.000 lapangan pekerjaan baru.

“Ini luar biasa. Di Lampung saja bisa ada 65 ribu pegawai baru,” katanya.

Ketua Umum Yayasan PT Nusantara Roy Marjuk menambahkan, keberhasilan pembangunan dapur dalam 42 hari patut diapresiasi.

“Dalam aturan pendaftaran diberikan waktu 45 hari, dan ini 42 hari sudah selesai. Ini prestasi,” ujarnya.

Roy menegaskan, program MBG terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi selama memiliki komitmen dan kepercayaan terhadap program pemerintah.

Ia juga berpesan kepada para relawan agar menjunjung tinggi kedisiplinan serta menjaga standar keamanan pangan.

“Kita harus menjamin keamanan pangan dan melindungi konsumen. Perlakukan makanan ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Menurut Roy, para relawan telah mendapatkan pembinaan, termasuk pengenalan standar penjamah makanan sebagai salah satu syarat utama dalam operasional dapur.

Dengan diresmikannya SPPG Rajabasa 3, diharapkan program pemenuhan gizi dan Makan Bergizi Gratis di Lampung dapat berjalan optimal serta memberi dampak luas bagi masyarakat.


( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama ) 

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved