Berita Lampung
Kemenhaj Lampung Dorong Travel Umrah Optimalkan Status Internasional Radin Inten II
Kemenhaj Lampung, mendorong para PPIU dapat bekerja sama dengan maskapai dalam memaksimalkan status internasional Bandara Radin Inten II.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Kanwil Kemenhaj Lampung mendorong PPIU bekerja sama dengan maskapai memaksimalkan status internasional Bandara Radin Inten II.
- Penerbangan perdana rute Lampung–Kuala Lumpur diluncurkan Kamis (12/2/2026).
- Ke depan dijadwalkan dua kali sepekan, dengan jamaah umrah transit di Malaysia sebelum ke Arab Saudi.
- Tahun 2025 tercatat lebih dari 20.000 jamaah umrah asal Lampung. Rute ini diharapkan menekan biaya karena tak perlu transit Jakarta.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan umrah (Kemenhaj) Provinsi Lampung, mendorong para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dapat bekerja sama dengan maskapai dalam memaksimalkan status internasional Bandara Radin Inten II.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra menyebut, status bandara internasional diharapkan dapat memangkas biaya operasional perjalanan ibadah yang selama ini harus transit melalui Jakarta atau Palembang.
Hal tersebut diungkapkan Ansori, menyusul peluncuran penerbangan perdana (inaugural) rute internasional dari Bandara Radin Inten II menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (12/2/2026).
M. Ansori menjelaskan, mekanisme pemberangkatan umrah sendiri bersifat Business to Business (B2B) yang dikelola langsung oleh travel umrah.
Pihaknya mengaku telah memfasilitasi pertemuan antara pimpinan travel umrah (PPIU), maskapai, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pariwisata Provinsi Lampung untuk menyelaraskan jadwal.
Baca juga: Rute Internasional Jadi Tonggak Awal Bandara Radin Inten II Layani Jemaah Haji dan Umrah
Berdasarkan koordinasi tersebut, direncanakan akan ada jadwal reguler dua kali sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis, yang akan dimulai efektif setelah musim Lebaran Haji mendatang.
"Kami sudah mencoba mempertemukan kawan-kawan pimpinan travel umrah PPIU itu dengan pihak maskapai."
"Tapi kami tidak bisa mencampuri urusan internal mereka karena itu bisnis."
"Kami berharap PPIU memberikan dukungan supaya bandara kita tetap bertahan di status internasional," ujar Ansori, Kamis.
Terkait teknis penerbangan, Ansori memaparkan bahwa untuk saat ini jamaah akan transit terlebih dahulu di Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Dia menyebut, hal ini dikarenakan pesawat yang digunakan saat ini belum memungkinkan untuk langsung menuju Jeddah atau Madinah.
"Penerbangan internasional kita tidak langsung ke Saudi, tapi transit dulu. Bisa di Malaysia, Mumbai India, atau Hainan Cina, tapi kemungkinan besar di Malaysia."
"Karena kalau ke Saudi langsung, mereka tidak menerima pesawat berbadan kecil," jelasnya.
Meski begitu, Ansori mengatakan, jika potensi jemaah asal Lampung sangatlah besar untuk berkembang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Pada tahun 2025 saja, kata Ansori terdapat lebih dari 20.000 jamaah asal Lampung yang berangkat umrah.
| Kapolres Pringsewu Pimpin Pergantian Tiga Pejabat Utama dalam Sertijab |
|
|---|
| Telur hingga Daging Sapi Surplus, Lampung Strategis Produsen Ternak Nasional |
|
|---|
| Hilirisasi Peternakan, DPRD Sebut Ayam Fillet Bisa Diolah di Lampung |
|
|---|
| Polda Lampung Sita 170 Kantong Perhiasan Terkait Tambang Emas Ilegal Way Kanan |
|
|---|
| Polda Lampung Limpahkan Berkas 13 Tersangka Kasus Tambang Emas Way Kanan ke Kejati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kemenhaj-Lampung-Dorong-Travel-Umrah-Optimalkan-Status-Internasional-Radin-Inten-II.jpg)