Berita Lampung

Banjir dan Puting Beliung Tekan Produksi Padi di Lampung, Harga Gabah Masih Stabil

Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air dan terpaan angin kencang.

Tayang:
dok. Dinas Pertanian Mesuji
PADI - Foto tanaman Padi Roboh. Dinas Pertanian Mesuji meninjau tanaman padi roboh di hamparan sawah ratusan hektar akibat angin kencang disertai hujan deras, Minggu (21/8/2022). Banjir dan puting beliung tekan produksi padi di Lampung meski harga gabah masih stabil. 
Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir dan puting beliung ternyata berimbas pada sektor pertanian di Lampung.
  • Ketua DPD Perpadi Lampung Midi Iswanto mengungkap terkait dampak bencana itu.
  • Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air dan terpaan angin kencang.
  • Akibatnya, banyak tanaman padi roboh dan rontok sebelum masa panen.

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungBanjir dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung beberapa waktu lalu ternyata berimbas pada sektor pertanian, khususnya produksi padi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Provinsi Lampung, Midi Iswanto mengungkap dampak bencana tersebut terhadap petani maupun pelaku usaha penggilingan padi.

Ia menyebutkan, sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air dan terpaan angin kencang. Akibatnya, banyak tanaman padi roboh dan rontok sebelum masa panen.

“Pasti ada pengaruhnya dan ada keluhannya. Bagi petani tentu sangat merugikan, karena banyak padi yang tertinggal di sawah akibat kondisi tersebut,” kata Midi saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Selain petani, dampak juga dirasakan oleh pelaku usaha penggilingan padi.

Baca juga: 16 Pekon di Pringsewu Terendam Banjir, BPBD Pastikan Data Dampak Terus Diperbarui

Menurutnya, penurunan kualitas gabah menyebabkan rendemen hasil giling ikut menurun, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan.

“Pengaruhnya pada rendemen hasil giling dan kualitas beras. Dengan kondisi seperti ini memang ada penurunan,” jelasnya.

Meski demikian, Midi memastikan bahwa kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap harga jual gabah maupun beras di pasaran.

Ia menyebutkan harga masih dapat dipertahankan di kisaran Harga Eceran Ditetapkan (HED) dan Harga Dasar Pembelian (HDP).

“Walaupun kualitas dan rendemen berkurang, tetapi harga masih bisa diselamatkan. Masih sesuai dengan HED dan harga dasar yang ditetapkan,” tambahnya.

Para pelaku usaha pun berharap adanya perhatian serta langkah antisipasi dari pemerintah guna meminimalisir kerugian petani akibat bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di wilayah Lampung.

Diketahui bencana banjir dan puting beling sempat terjadi di beberapa daerah di Lampung, seperti di Lampung Selatan, Kota Metro, dan Kabupaten Pringsewu.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved