Berita Lampung
Pengamat Unila Soroti Nasionalisme Penerima LPDP, Singgung Pernyataan soal Kewarganegaraan
Thoha mengatakan, regulasi penerima LPDP sebenarnya sudah jelas, termasuk kewajiban pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung, Thoha Sempurna Jaya, menyoroti pentingnya rasa nasionalisme bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hal itu disampaikannya menanggapi polemik pernyataan salah satu penerima beasiswa yang dinilai bernuansa merendahkan bangsa Indonesia.
Thoha mengatakan, regulasi penerima LPDP sebenarnya sudah jelas, termasuk kewajiban pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, penerima beasiswa wajib menuntaskan masa pengabdian selama N+2+1 atau sekitar lima tahun setelah menyelesaikan studi.
“Bagi yang bersangkutan sudah menuntaskan pengabdiannya selama N+2+1 atau lima tahun setelah selesai pendidikan. Secara individu silakan saja jika ingin pindah kewarganegaraan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Namun demikian, ia menilai pernyataan yang bernuansa merendahkan Indonesia, seperti ungkapan agar anak-anaknya tidak menjadi warga negara Indonesia, menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Ucapan seperti itu memberikan persepsi bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa nasionalisme dan nurani kemanusiaan, apalagi statusnya masih sebagai warga negara Indonesia,” katanya.
Thoha menegaskan, dalam proses seleksi LPDP seharusnya tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga rasa kebanggaan dan kebangsaan sebagai anak bangsa.
“Regulasi penerimaan mahasiswa LPDP harus menekankan syarat utama berupa rasa kebanggaan dan kebangsaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Bappeda Ungkap Berbagai Faktor Penyebab Banjir di Bandar Lampung Saling Berkaitan |
|
|---|
| BBWS Mesuji Lampung Ungkap 8 Persoalan Utama Penyebab Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
| 4 Kabupaten di Lampung Diintegrasikan Olah Singkong Jadi Mocaf |
|
|---|
| Wali Kota Akui Pemkot Tak Bisa Sendiri Menangani Banjir Bandar Lampung |
|
|---|
| Pesawaran Hanya Miliki 5 Unit Armada Sampah, Layanan Kebersihan Belum Merata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pengamat-pendidikan-Thoha-Sempurna-Jaya.jpg)