Berita Lampung

Jemaah Umrah Lampung Saat Ini Waswas, Antara Khusyuk Ibadah dan Keluarga yang Cemas

Di sela lantunan doa yang membubung di depan Ka'bah dan Raudhah, terselip kegelisahan di hati Alexander, jemaah umrah asal Lampung.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id
CERITA JEMAAH UMRAH - Foto ilustrasi. Cerita jemaah umrah Lampung, takut tertahan di negeri orang. Antara Khusyuk Ibadah dan Keluarga yang Waswas 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di sela lantunan doa yang membubung di depan Ka'bah dan Raudhah, terselip kegelisahan di hati Alexander, jemaah umrah asal Lampung. 

Jemaah umrah asal Lampung ini harus menjalani ibadah di Tanah Suci tepat saat situasi geopolitik Timur Tengah memanas, menyusul isu konflik Iran dan kabar duka wafatnya pemimpin negara tersebut.

Meski ribuan kilometer memisahkan Lampung dengan jazirah Arab, namun bagi Alexander dan rombongannya, kabar peperangan terasa begitu dekat melalui layar ponsel yang tak henti bergetar.

Alexander menceritakan, ia tiba di Makkah pada 24 April 2026 dan baru bergeser ke Madinah pada 1 Maret  kemarin. 

Di tengah masa transisi ibadah itulah, berita tentang penutupan ruang udara dan ketegangan militer mulai merebak.

"Awal-awal dengar berita adanya peperangan itu ya kaget, cemas, dan khawatir. Apalagi kita dengar beberapa hari lalu ada beberapa bandara yang ditutup.

Ditambah lagi ada kabar dari Abu Dhabi dan Riyadh. Karena kita lagi di Timur Tengah, perasaan was-was itu pasti ada," ujar Alexander saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (3/3/2026).

Kecemasan itu makin diperparah dengan banyaknya kiriman video dari media sosial seperti TikTok yang dibagikan oleh kerabat di tanah air. 

"Keluarga di Indonesia terus menghubungi lewat WhatsApp dan DM Instagram. Mereka share link-link kejadian perang.

Tapi saya coba menyikapi dengan tenang; kalau terlalu dipikirkan malah stres sendiri. Selagi belum ada pemberitahuan resmi penutupan total, kami merasa masih aman," imbuhnya.

Meski keadaan di Kota Makkah dan Madinah kondusif, Alexander menyaksikan sendiri bagaimana dampak konflik ini mulai memengaruhi mobilitas jemaah internasional.

Di hotel tempatnya menginap, ia mendapati banyak jemaah yang tidak bisa pulang sesuai jadwal.

"Ada beberapa jemaah satu hotel dengan kita yang terdampak tidak bisa flight pulang. Kebanyakan mereka yang menggunakan maskapai yang harus transit, seperti Malaysia Airlines, Indigo, Qatar, Emirates, hingga Turkish Airlines.

Mereka harus transit dulu ke Doha atau Abu Dhabi, dan di sana kabarnya sedang ada kendala," jelas Alexander.

Ia bahkan mendapatkan informasi bahwa dampak ini juga terasa hingga ke tanah air.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved