Berita Lampung
Perang Timur Tengah, Ujian Keteguhan Hati Anita Jemaah Umrah Lampung
Perjalanan umrah ini berubah jadi ujian kesabaran dan keteguhan hati saat kabar eskalasi konflik antara Iran, Amerika, dan Israel pecah.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bagi Anita (40), ibadah umrah kali ini bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Baitullah.
Perjalanan ini berubah menjadi ujian kesabaran dan keteguhan hati saat kabar eskalasi konflik antara Iran, Amerika, dan Israel pecah di langit Timur Tengah.
Senin (2/3/2026) sore, Anita alhirnya bisa menghela nafas panjang saat kakinya pertama kali menginjakkan kaki kembali di Bumi Ruwa Jurai.
Anita akhirnya pulang dengan selamat bersama suaminya, setelah melewati hari-hari yang dibayangi rasa khawatir di tengah konflik militer Iran-Amerika Israel.
Awalnya, perjalanan yang dimulai pada 22 Februari 2026 itu berjalan begitu damai. Anita dan suami bersama rombongan kecilnya yang berjumlah 40 orang sempat merasakan ibadah di Madinah dan khusyuk tawaf di Mekkah.
Namun, suasana perlahan berubah ketika gawai di tangannya mulai dibanjiri berita gugurnya pemimpin tertinggi Iran dan ancaman balas dendam yang membayangi kawasan Timur Tengah.
"Rasanya campur aduk. Di satu sisi pengen khusyuk ibadah, di sisi lain rasa takut pasti tidak bisa dibohongi. Apalagi pas mendengar maskapai penerbangan sebagian mulai terganggu," tutur Anita, selasa (3/3/2026).
Kekhawatiran terbesarnya bukanlah soal fasilitas, melainkan kemungkinan terburuk terjebak dan tidak bisa pulang.
"Kalau takut karena ada bom enggak sampai situ, karena ibadah masih jalan, tapi kalau gangguan penerbangan kan takutnya malah gak bisa pulang," Kata dia.
Ketegangan semakin terasa saat Anita dan rombongan tiba di Bandara Internasional Jeddah. Suasana bandara yang biasanya riuh rendah oleh jemaah dari seluruh dunia kini terasa jauh lebih sepi.
Deretan maskapai besar seperti Emirates dan Qatar Airways dilaporkan menunda hingga membatalkan penerbangan buntut dari konflik yang terjadi.
"Lihat bandara sepi ya pasti agak khawatir, tapi kami enggak begitu takut karena maskapai Garuda yang naikin tetap lancar,"
"Tapi ada Kami melihat jemaah lain yang transit mulai bingung karena penerbangan mereka ditunda, kurang tau juga mereka dari mana, sepertinya sih ada yang dari Indoensia atau Asia Tenggara," kenang Anita
Keajaiban kecil datang ketika pihak travel memutuskan untuk memajukan jadwal kepulangan.
Meski harus pulang lebih cepat dari jadwal semula yang semestinya 2 Maret menjadi 1 Maret 2026, Anita merasa itu adalah jawaban atas doa-doanya.
Beruntung, ia menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) yang masih diizinkan melintas.
| Anggota DPR RI Minta Perketat Distribusi Bantuan Pangan agar Tak Picu Gejolak Harga |
|
|---|
| Peras Petani di Lampung hingga Rp5 Juta, SJ Ancam Korban Pakai Korek Api |
|
|---|
| Aparat Diduga Selingkuh dengan Oknum PNS Wanita, Istri Sah Lapor Polisi |
|
|---|
| Pemicu Suami Tikam Istri yang Sedang Tidur dengan Anak, Sempat Tuding Selingkuh |
|
|---|
| Jadi Saksi Dugaan Korupsi PT LEB, Arinal Djunaidi Mangkir dari Sidang karena Mental Tidak Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Cerita-jemaah-umrah-Lampung-soal-konflik-timur-tengah.jpg)