Berita Lampung

38 Titik Banjir di Bandar Lampung, DPRD Lampung Minta Pemkot Benahi Drainase

Banjir di Bandar Lampung, Kostiana mengimbau Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur,

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
BENAHI DRAINASE - Wakil Ketua DPRD Lampung Kostiana. Terkait banjir di Bandar Lampung, pihaknya minta pemkot benahi drainase. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung setelah hujan deras mengguyur dalam waktu singkat, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, sedikitnya 38 titik di ibu kota Provinsi Lampung terdampak banjir.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang terbawa arus.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menyampaikan duka cita atas korban jiwa akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.

“Kami turut berduka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir ini. Tentu ini sangat kita sesalkan dan menjadi perhatian bersama agar ke depan kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Kostiana, Jumat malam.

Baca Juga Banjir Rendam Rumah Warga Jelang Buka Puasa, 'Kasur Sampai Basah, Gak Jadi Masak' 

Menurutnya, intensitas hujan yang sangat deras dalam waktu singkat menjadi salah satu faktor penyebab banjir di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung.

“Memang hujannya sebentar, tetapi sangat deras. Berdasarkan laporan BPBD Lampung, banjir terjadi di 38 titik,” ujarnya.

Kostiana mengimbau Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur, khususnya sistem drainase, guna meminimalisasi banjir yang kerap terjadi.

“Kami mengimbau Pemkot Bandar Lampung untuk melakukan perbaikan infrastruktur, terutama drainase,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti minimnya kehadiran aparatur wilayah seperti lurah, camat hingga ketua lingkungan dalam kegiatan reses anggota dewan.

Menurutnya, forum reses merupakan momen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Saat ini kami sedang masa reses di 11 titik, tetapi hanya dihadiri satu lurah. Bahkan dari satu lingkungan yang memiliki sekitar 15 RT, satu RT pun tidak hadir di lokasi kegiatan,” ungkapnya.

Ia menilai kehadiran pamong wilayah penting agar mereka dapat mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama terkait persoalan banjir yang banyak disampaikan warga.

“Kami turun saat reses untuk membantu pemerintah kota mencari solusi, termasuk soal perbaikan infrastruktur drainase. Keluhan masyarakat paling banyak soal banjir, baik karena drainase yang tidak memadai maupun gorong-gorong yang sempit sehingga luapan air tidak tertampung,” jelasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved