Berita Lampung
Penyebab Hujan Ekstrem yang Guyur Bandar Lampung dan Sekitarnya, hingga Picu Banjir
Penyebab hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan, pada Jumat (6/3/2026) siang hingga sore, akhirnya terungkap.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika catat hujan ekstrem 162,4 mm di Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
- Penyebab utama fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 5 yang meningkatkan suplai uap air.
- Banjir terjadi di puluhan titik, ketinggian air 30 cm hingga 2 meter.
- BMKG ingatkan potensi hujan lebat masih berlangsung beberapa hari ke depan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Penyebab hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan, pada Jumat (6/3/2026) sore, akhirnya terungkap.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mencatat, curah hujan yang terjadi Jumat siang hingga sore tersebut termasuk dalam kategori ekstrem, yakni 162.4 mm.
Curah hujan yang tinggi tersebut ditengarai menjadi pemicu banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
Prakirawan BMKG Lampung, Pebri Surgansyah menjelaskan, kondisi curah hujan ekstrem dipicu oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), yakni fenomena gelombang awan hujan raksasa yang saat ini sedang 'parkir' di atas wilayah Lampung dan membawa pasokan uap air dalam jumlah masif.
Fenomena inilah yang memicu hujan ekstrem sehingga drainase tidak mampu menampung debit air dan menyebabkan banjir bandang di wilayah Bandar Lampung hingga Lampung Selatan.
Baca juga: BMKG Ungkap di Balik Hujan Ekstrem yang Picu Banjir di Lampung, 3 Nyawa Melayang
Alhasil, kondisi atmosfer yang tidak stabil ditambah fenomena global menjadi pemicu utama intensitas hujan yang sangat tinggi hingga merendam ratusan rumah dan menelan korban jiwa.
"Faktor yang menyebabkan hujan ekstrem tempo hari karena adanya MJO yang sedang aktif di wilayah Lampung atau berada pada fase 5 (Maritime Continent). Hal ini berperan aktif meningkatkan suplai uap air dan memperkuat aktivitas pertumbuhan awan konvektif," ujar Pebri dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Selain faktor MJO, Pebri menambahkan adanya gangguan angin lokal yang memperparah kondisi cuaca di atas langit Lampung.
"Adanya belokan dan konvergensi angin di wilayah Lampung mengakibatkan penumpukan massa udara, sehingga mendukung terbentuknya awan konvektif yang sangat signifikan," lanjutnya.
Diketahui, hujan deras tersebut mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Bandar Lampung dan Lampung Selatan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 2 meter.
Di Bandar Lampung, tercatat sekitar 38 titik banjir yang merendam pemukiman di hampir seluruh kecamatan, seperti Rajabasa, Kedaton, Sukarame, dan Sukabumi, Tanjung Karang, dan beberapa wilayah lain.
Sementara di Lampung Selatan, wilayah Jati Agung (Karang Anyar) menjadi satu di antara lokasi terparah dengan ratusan rumah terendam.
Bencana ini juga dilaporkan turut menelan korban jiwa. Di Bandar Lampung, dua orang meninggal dunia terseret banjir, termasuk seorang bocah berusia 10 tahun di kelurahan Rajabasa.
Kejadian serupa dialami seorang anak di Tanjung Bintang, Lampung Selatan yang dilaporkan hanyut terseret banjir bandang.
BMKG memprediksi potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
| Setelah Hilang Dicuri, Daihatsu Ayla Putih Milik M. Nur Azis Kembali Berkat Polres Lampung Timur |
|
|---|
| Rumah Warga di Pringsewu Rusak Parah Tertimpa Material Pembongkaran Gedung Walet |
|
|---|
| Modus Jeriken Berulang, Polres Lampung Timur Bongkar Penimbunan 2.000 Liter Solar Subsidi |
|
|---|
| Modus Pria di Bandar Lampung Curi Motor Teman Sendiri, Memanfaatkan Kelengahan |
|
|---|
| Kecurigaan Istri Bongkar Kelakuan Suami Asusila Gadis 15 Tahun di Indekos Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-dan-angin-kencang-di-Bandar-Lampung.jpg)