Berita Lampung

Singkong Desa Disulap Jadi Mocaf, Buka Lapangan Kerja Baru di Pringsewu

Singkong yang dulu dijual mentah kini diolah warga Pekon Tulung Agung menjadi tepung mocaf. Sentra IKM ini diharapkan jadi prototipe industri desa.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
OLAHAN SINGKONG - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke lokasi sentra mocaf di Pekon Tulung Agung, Pringsewu, Lampung, Kamis (12/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pringsewu mengembangkan sentra pengolahan singkong menjadi tepung mocaf di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gading Rejo.
  • Program didampingi Riyanto Pamungkas dan Umi Laila saat kunjungan Rahmat Mirzani Djausal.
  • Sentra IKM mocaf melibatkan kelompok kecil pekerja desa, mayoritas perempuan.
  • Pemkab menargetkan harga singkong petani sekitar Rp1.000/kg tanpa potongan.
  • Pengembangan mocaf diharapkan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa di Pringsewu.

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Di halaman satu rumah produksi sederhana di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gading Rejo, beberapa perempuan tampak duduk melingkar sambil mengupas singkong.

Tangan mereka bergerak cepat, sesekali diselingi tawa ringan di bawah terik matahari.

Bagi mereka, singkong yang dulu hanya dijual mentah ke pengepul kini mulai memiliki cerita baru. Umbi-umbi itu diolah menjadi tepung mocaf, yang diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi warga desa.

Harapan itu juga yang dirasakan Sulastri (43), seorang warga yang ikut bekerja di kelompok pengolah singkong di sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Mocaf di Pekon Tulung Agung.

“Kalau ada kerjaan begini, lumayan buat tambah penghasilan,” ujarnya sambil merapikan potongan singkong yang akan masuk tahap berikutnya.

Baca juga: Gubernur Mirza Minta Pringsewu Jadi Percontohan Industri Mocaf

Di tempat itulah Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bersama Wakil Bupati Umi Laila mendampingi kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (12/3/2026).

Di tengah aktivitas warga yang mengolah singkong, Riyanto menyebut sentra mocaf tersebut sedang dipersiapkan sebagai prototipe pengolahan singkong berbasis desa di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi dorongan penting agar pengolahan singkong tidak berhenti di tingkat petani, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.

“Ini sedang kita buat sebagai prototipe pengolahan singkong. Mulai dari singkong dipanen, dikupas, di-chipping, direndam, lalu dijemur sampai siap jadi bahan mocaf,” kata Riyanto.

Proses tersebut kini mulai dijalankan oleh kelompok-kelompok kecil di desa. Dalam satu kelompok produksi biasanya terdapat sekitar 10 orang pekerja, mayoritas perempuan.

Di halaman sentra mocaf itu, lembaran singkong yang telah dipotong tipis tampak dijemur di bawah matahari. Setelah melalui proses pengeringan, bahan tersebut akan diolah menjadi tepung mocaf yang siap dipasarkan.

Riyanto berharap pola seperti ini bisa diterapkan di seluruh pekon di Pringsewu.

“Kita berharap semua pekon bisa membuat seperti ini. Bahkan kalau memungkinkan, satu pekon bisa punya beberapa kelompok pengolah,” ujarnya.

Dengan tiga hingga empat kelompok produksi dalam satu kawasan, kegiatan ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga desa.

Namun bagi Riyanto, keberhasilan program ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani singkong.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved