Berita Lampung

Gubernur Mirza Minta Pringsewu Jadi Percontohan Industri Mocaf

Mirza menilai pengembangan mocaf merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas singkong.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
PERAJIN MOCAF - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau perajin mocaf di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu, Kamis (12/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Mocaf di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis (12/3/2026). 

Kunjungan ini dilakukan Mirza untuk melihat langsung proses pengolahan singkong menjadi modified cassava flour (mocaf) sekaligus mendorong pengembangan komoditas lokal di Bumi Jejama Secancanan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungannya, Mirza menilai pengembangan mocaf merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas singkong yang selama ini banyak diproduksi masyarakat Lampung.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan. Singkong yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah, kini bisa diolah menjadi mocaf yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan bisa menjadi bahan pangan masyarakat,” kata Mirza.

Ia menjelaskan, proses produksi mocaf di sentra IKM tersebut dilakukan langsung oleh masyarakat pedesaan dengan teknologi sederhana. 

Meski demikian, hasilnya dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Menurutnya, inovasi pengolahan singkong menjadi mocaf juga mampu mengatasi kendala konsumsi singkong yang sebelumnya terbatas. 

Melalui proses fermentasi dan pengolahan tertentu, singkong yang sebelumnya tidak dapat langsung dikonsumsi dapat diubah menjadi bahan makanan yang lebih aman dan bernilai gizi.

“Ini merupakan inovasi yang sangat baik. Singkong yang sebelumnya tidak bisa langsung dimakan karena kandungan tertentu, kini bisa diolah menjadi berbagai produk makanan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Mirza, akan mendukung pengembangan sentra mocaf melalui sejumlah program. 

Di antaranya penyediaan fasilitas pengeringan, pemasangan alat pengering (dryer), serta penguatan infrastruktur untuk menunjang produksi dan distribusi.

“Kita menyiapkan beberapa program, seperti rumah pengering sayur dan pemasangan dryer untuk meningkatkan nilai tambah produk. Dukungan infrastruktur juga akan kita dorong agar produksi bisa berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, model pengolahan singkong menjadi mocaf yang dikembangkan di Pringsewu diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Lampung. 

Dengan sistem tersebut, singkong dari berbagai wilayah dapat diproses lebih lanjut sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Mirza berharap Pringsewu bisa menjadi percontohan industri mocaf di Lampung.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved