Berita Lampung
Ponpes Nurul Jadid Lampung Dibakar Warga, Polisi Amankan 1 Orang
Polisi mengamankan satu orang dalam kasus pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Polisi mengamankan satu orang dalam kasus pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid.
- Meski begitu, polisi masih mendalami peran tersangka serta keterlibatan pihak lain dalam aksi anarkis tersebut.
- Kabar terbaru, kondisi di lokasi kini sudah kondusif.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polisi mengamankan satu orang dalam kasus pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung.
“Betul ada satu orang yang diamankan. Barang bukti yang ditemukan di antaranya kendaraan roda dua,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun saat diwawancarai Tribun Lampung, Senin (11/5/2026).
Meski demikian, polisi masih mendalami peran tersangka serta keterlibatan pihak lain dalam aksi anarkis tersebut.
Selain itu, pihaknya memastikan bahwa kondisi di sana mulai kondusif usai aksi pembakaran yang sempat memicu ketegangan warga pada Jumat (8/5/2026) malam.
“Terkait pasca pembakaran di wilayah Mesuji, alhamdulillah situasinya masih kondusif. Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan semuanya kepada aparat kepolisian dalam penanganan pembakaran tersebut,” kata Yuni.
Baca juga: Pemicu Ponpes Nurul Jadid Dibakar Warga, Ada Dugaan Asusila, Kondisi Terkini Terkuak
Polisi juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dugaan Asusila Jadi Pemicu
Kapolres Mesuji AKBP M Firdaus menjelaskan, kemarahan warga bermula dari dugaan tindak pidana pencabulan yang disebut melibatkan pimpinan ponpes berinisial MFS terhadap santriwati.
Kasus itu sebenarnya disebut sudah lama menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Adanya surat kesepakatan musyawarah antara warga setempat dengan pimpinan pondok pesantren yang mana salah satu isi surat kesepakatannya pimpinan pondok pesantren MFS meninggalkan pondok pesantren,” kata Firdaus.
Namun warga kembali emosi setelah mengetahui MFS kembali datang ke pondok pesantren untuk menemui cucunya.
Warga lalu berkumpul usai salat Jumat dan mendatangi ponpes untuk menyampaikan aspirasi agar MFS segera meninggalkan lokasi.
Awalnya situasi berjalan kondusif dan sempat tercapai kesepakatan bahwa MFS akan pergi sebelum pukul 00.00 WIB.
Namun kondisi mulai memanas pada malam hari karena warga menilai tidak ada tanda-tanda MFS meninggalkan pondok pesantren.
“Masyarakat mulai tidak sabar disebabkan Kiyai MFS tidak segera meninggalkan Pondok Pesantren Nurul Jadid,” ujar Firdaus.
Sekitar pukul 23.00 WIB, massa yang jumlahnya mencapai sekitar 500 orang mulai bertindak anarkis.
| Jalan Pattimura Metro Dikebut, Target Rampung September |
|
|---|
| Hilirisasi Kopi Tanggamus, Bupati Saleh Akan Datangkan Alat dari Brasil |
|
|---|
| Komang Sebut ETPD Dapat Tingkatkan PAD Lampung Tengah |
|
|---|
| Libatkan Kementerian, Pornas Korpri Jadi Momentum Kenalkan Lampung di Level Nasional |
|
|---|
| Alasan Gubernur Mirza Sebut Lampung Berpotensi Jadi Lumbung Ternak Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Sejumlah-petugas-Damkar-Kota-Pangkalpinang.jpg)