Berita Lampung

Singkong Desa Disulap Jadi Mocaf, Buka Lapangan Kerja Baru di Pringsewu

Singkong yang dulu dijual mentah kini diolah warga Pekon Tulung Agung menjadi tepung mocaf. Sentra IKM ini diharapkan jadi prototipe industri desa.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
OLAHAN SINGKONG - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke lokasi sentra mocaf di Pekon Tulung Agung, Pringsewu, Lampung, Kamis (12/3/2026). 

“Kita tidak ingin membeli singkong petani dengan harga murah. Targetnya singkong bisa dibeli sekitar Rp1.000 per kilogram tanpa potongan,” jelasnya.

Harga yang layak bagi petani dianggap penting agar rantai ekonomi dari hulu hingga hilir tetap berjalan sehat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan kerja sama pemasaran dengan skema business to business (B2B) agar tepung mocaf memiliki pasar yang jelas.

Tepung mocaf sendiri diharapkan dapat menjadi alternatif yang setara dengan tepung tapioka.

Bagi warga desa seperti Sulastri dan rekan-rekannya, harapan itu sederhana. Jika sentra mocaf ini berkembang, mereka berharap pekerjaan kecil di halaman rumah produksi itu bisa terus ada.

“Yang penting bisa kerja di desa sendiri,” katanya.

Riyanto pun menilai pengembangan mocaf bukan sekadar program industri desa, tetapi juga peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kalau ini berjalan, efeknya besar. Tenaga kerja terserap, kesejahteraan meningkat,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya, dampaknya bisa meluas hingga membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat desa.

“Termasuk bisa berdampak pada penurunan stunting,” kata Riyanto.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved