Berita Lampung

Ada Potensi Rp 100 Triliun, Gubernur Mirza Tantang Hipmi Lampung Garap Hilirisasi

Mirza menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya melihat potensi ekonomi Lampung secara makro atau helicopter view.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok Adpim/Kominfo Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama BPD Hipmi Lampung, Sabtu (14/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong para pengusaha muda untuk mengambil peran sebagai motor penggerak hilirisasi komoditas unggulan.

Ia menyebut saat ini terdapat potensi komoditas senilai lebih dari Rp100 triliun di Provinsi Lampung yang hingga kini belum diolah secara optimal melalui proses hilirisasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza setelah silaturahmi dan buka puasa bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Lampung, Sabtu (14/3/2026). 

Mirza menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya melihat potensi ekonomi Lampung secara makro atau helicopter view.

Namun, eksekusi di lapangan berada di tangan para pengusaha yang tersebar di berbagai pelosok daerah.

"Hipmi adalah organisasi yang anggotanya tersebar di seluruh daerah. Mereka bisa melihat langsung potensi komoditas di wilayahnya masing-masing dan menjadikannya peluang usaha yang bernilai tambah," ujar Mirza.

Ia mencontohkan komoditas pisang yang jika dijual mentah hanya dihargai sekitar Rp7.000 per kilogram. 

Namun, jika diolah melalui kreativitas pengusaha menjadi produk turunan seperti keripik atau olahan lainnya, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Menurut Mirza, hilirisasi adalah kunci utama jika Lampung ingin memacu pertumbuhan ekonomi hingga di atas 8 persen.

Ia menuturkan, Lampung memiliki keunggulan geografis langaran dekat dengan Pulau Jawa sebagai pusat konsumsi nasional yang menyumbang 60 persen permintaan pasar.

Namun, Mirza menyayangkan fenomena di mana komoditas asli Lampung seperti kopi dan cokelat justru sering kali dibawa keluar untuk diolah di daerah lain, baru kemudian dipasarkan kembali ke Lampung dalam bentuk produk jadi.

"Yang membedakan sebenarnya bukan teknologinya, karena teknologinya sering kali sederhana. Yang paling penting adalah kreativitas dan inovasi para pengusaha muda kita," tegasnya.

Merespons tantangan tersebut, Ketua BPD Hipmi Provinsi Lampung Gilang Ramadhan menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. 

Saat ini, Hipmi tengah merumuskan berbagai peluang usaha dari insight yang diberikan pemerintah untuk segera dikembangkan oleh para anggotanya.

"Kami berkomitmen membawa berbagai peluang ini untuk dikembangkan bersama anggota Hipmi. Sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang kuat di Lampung," kata Gilang.

Selain fokus pada komoditas, Hipmi Lampung juga terlibat dalam rencana strategis lainnya, termasuk dukungan pengembangan penerbangan internasional dari Lampung guna membuka akses perjalanan umrah langsung dari Bumi Ruwa Jurai.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved