Mudik Lebaran
Jalinsum Lampung Selatan Gelap saat Arus Mudik, Gubernur: Lampu Jalan Sering Diganti tapi Hilang
Pemerintah Provinsi Lampung menerima banyak keluhan terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di sepanjang.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Pemprov Lampung menerima banyak keluhan terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
- Kondisi jalan yang gelap dikhawatirkan mengganggu mobilitas pengguna jalan.
- Terutama bagi masyarakat yang melintas saat arus mudik Lebaran 2026 menuju Pelabuhan Bakauheni.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Pemerintah Provinsi Lampung menerima banyak keluhan terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
Padamnya lampu penerangan di ruas jalan nasional tersebut dikhawatirkan menghambat mobilitas pengguna jalan, terutama masyarakat yang sedang melakukan tradisi mudik Lebaran 2026.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keluhan tersebut telah dibahas bersama jajaran Kepolisian Daerah Lampung serta instansi terkait saat meninjau posko mudik dan transportasi penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.
Menurutnya, banyak laporan dari masyarakat mengenai lampu jalan yang mati di sejumlah titik di jalan nasional.
“Sudah beberapa kali diganti, tapi sering dilaporkan hilang,” ujar Mirza usai melakukan peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).
Gubernur mengakui bahwa ruas jalan yang dikeluhkan tersebut merupakan jalan nasional yang perbaikannya belum sepenuhnya dilakukan. Saat ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) masih berfokus pada perbaikan jalan berlubang dengan metode tambal sulam menjelang arus mudik.
Meski demikian, pemerintah akan mengupayakan perbaikan penerangan jalan agar segera dilakukan, sehingga para pemudik dapat melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, tidak hanya mengandalkan lampu kendaraan.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendirikan 74 posko kesehatan yang tersebar di berbagai jalur perlintasan arus mudik sebagai bentuk dukungan pelayanan bagi masyarakat.
Mirza menyebutkan, berdasarkan konfirmasi dari instansi terkait, perbaikan PJU direncanakan mulai dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, bersama jajaran Polda Lampung turut meninjau kondisi di Pelabuhan Bakauheni. Mereka mengecek Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu yang disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Kapolda menyampaikan bahwa seluruh posko dalam kondisi aman dan siap melayani masyarakat. Saat ini, Polda Lampung sedang melaksanakan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni terus mengalami peningkatan, khususnya kendaraan yang datang dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak menuju Sumatera.
“Hasil pemantauan hari pertama sebanyak 5.000 kendaraan, kemudian naik menjadi 11.000 unit. Tadi malam mencapai 19.000 unit, dan hari ini sekitar 20.000 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, Kapolda memastikan kondisi lalu lintas hingga H-5 Lebaran masih dalam keadaan kondusif. Hal ini didukung oleh pengawalan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian terhadap para pemudik, khususnya pengendara sepeda motor, dari Pelabuhan Bakauheni menuju jalur utama seperti Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur secara estafet.
Pengawalan tersebut akan terus dilakukan selama Operasi Ketupat Krakatau 2026 berlangsung.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)
| Lebih dari 1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Bakter Selama Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
| 36 Kendaraan Milik Pemudik Dikembalikan Polres Lampung Tengah |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran 2026 Belum Reda, 102.526 Penumpang Menyeberang via Bakauheni |
|
|---|
| Polda Lampung Terapkan Delay System di Tol Bakter, Truk Dialihkan ke Rest Area Urai Antrean |
|
|---|
| Kasus Meninggal Akibat Kecelakaan Selama OKK di Lampung Naik 18,2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/TINJAU-MUDIK-Gubernur-Lampung-Rahmat-Mirzani.jpg)