Mudik Lebaran

Wakapolri Apresiasi Kesiapan Polda Lampung Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan udara kondisi arus lalu lintas secara umum terpantau lancar.

Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
MENINJAU - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Lampung, khususnya jalur penyeberangan Bakauheni-Merak, Selasa (17/3/2026). (Fajar Ihwani) 

Ringkasan Berita:
  • Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Lampung, Selasa (17/3/2026).
  • Khususnya jalur penyeberangan Bakauheni-Merak yang ramai dilalui pemudik momen mudik Lebaran.
  • Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan udara dari Jakarta menuju Merak hingga Bakauheni, kondisi arus lalu lintas lancar.

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Lampung, khususnya jalur penyeberangan Bakauheni-Merak, Selasa (17/3/2026).

Dalam keterangannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan udara dari Jakarta menuju Merak hingga Bakauheni, kondisi arus lalu lintas secara umum terpantau lancar.

"Dari hasil analisa udara, arus lalu lintas relatif cukup lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik," ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia mengungkapkan, meskipun mulai terlihat antrean kendaraan di Pelabuhan Merak, kondisi tersebut masih dalam batas wajar sebagai bagian dari pergerakan pemudik menuju Lampung.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Lampung atas kesiapan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Baca juga: Kapolda Lampung Pastikan Posko Mudik di Pelabuhan Bakauheni Siap Layani Pemudik

Menurutnya, berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya telah mendorong peningkatan signifikan dalam pengamanan dan pengaturan arus mudik tahun ini.

"Persiapan tahun ini jauh lebih baik, lebih lengkap, dan didukung teknologi," katanya.

Salah satu inovasi yang disoroti adalah penggunaan aplikasi Siker, sistem berbasis data real-time yang dinilai mampu membantu pengambilan keputusan secara cepat dan akurat di lapangan.

Dalam pengaturan arus lalu lintas, Polda Lampung menerapkan tiga kategori zona, yakni hijau, kuning, dan merah, berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan.

Pada zona kuning, lima rest area difungsikan sebagai buffer zone untuk menahan dan mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan. Sementara pada zona merah, jumlah buffer zone ditambah menjadi 10 titik.

Selain itu, ASDP Indonesia Ferry turut menyediakan layanan pembelian tiket di rest area, baik secara online maupun manual, guna mengurangi antrean di pelabuhan.

Untuk mengurai kepadatan, kendaraan pemudik akan didistribusikan ke empat pelabuhan yang tersedia. Pengaturan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan, seperti roda dua dan roda empat, sehingga arus lalu lintas dapat lebih merata dan terkendali.

Dalam menghadapi potensi situasi darurat, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa telah disiapkan 16 kapal serta 320 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas.

"Kita tidak mengharapkan situasi kontingensi, namun seluruh skenario sudah dipersiapkan untuk memitigasi risiko di lapangan," tegasnya.

Wakapolri memprediksi puncak arus mudik gelombang kedua akan terjadi pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 (gelombang pertama) dan 28–29 Maret 2026 (gelombang kedua).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved