Berita Lampung
Khotib Muhajir Ingatkan Warga Muhammadiyah Implementasikan Madrasah Ramadan
Lokasi salat Idul Fitri 2026 warga Muhammadiyah tersebar di seluruh wilayah Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Muhajir menjelaskan bahwa peran selanjutnya yakni kebangsaan. Dengan peran untuk kebangsaan yang lebih luas lagi yaitu dengan bagaimana kita bisa menebar kebermanfaatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat di mana pun berada.
Sebagaimana yang dipesankan Rasulullah SAW, “Khoirunnas anfauhum linnas”. Manusia terbaik itu adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesamanya.
Kemudian terkait adanya perbedaan salat idul fitri antara Muhammadiyah dengan ormas keagaaman lainnya, Muhajir mengatakan, tentunya adanya perbedaan-perbedaan itu untuk lebih dewasa.
"Tidak ada masalah terkait perbedaan saat salat idul fitri dengan ormas islam lainnya dan karena ini hasil ijtihad," kata Muhajir.
Adapun hasil ijtihad dari Muhammadiyah yang dilakukan pada 20 Maret 2026, kemudian dari pemerintah dan ormas yang lain itu di besok pada 21 Maret 2026?
"Kemudian bahkan ada ormas itu yang di hari Kamis juga berlebaran dan hasil ijtihad," kata Muhajir.
Segi mendewasakan umat dan memang di Indonesia sudah terbiasa adanya perbedaan.
"Justru dengan perbedaan ini maka kehidupan kita akan semakin indah. Jadi kita saling menghargai saja, tidak mengejek dan seterusnya," kata Muhajir.
Pihaknya berharap saling menghargai dengan adanya perbedaan ini.
Warga Jogja, Desi mengaku senang dengan salat idul fitri lebih dulu.
"Kami dari Jogja, Alhamdulillah bisa berkumpul keluarga bersama kakek nenek yang sudah 70-80 tahun. Dengan Ramadan kita membersihkan jiwa dan menjadi kembali suci.
Dirinya sedih karena tidak bisa bareng lebaranmya. " Tahun ini sangat disayangkan sekali karena nggak bisa bareng lebaranmya," kata Desi.
Desi berharap semoga pemerintah bisa berusaha salat idul fitri bareng. "Harapannya bisa sama-sama salat idul fitri, sehingga lebarannya semangatnya bisa bersama-sama juga," kata Desi.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
| Berawal Saling Tantang di DM IG, 2 Kelompok Tawuran, 1 Orang Tewas Dibacok |
|
|---|
| Kemenag Cabut Izin Ponpes yang Dibakar Warga Buntut Dugaan Tindakan Asusila |
|
|---|
| Warga Pesawaran Lampung Berburu Minyak Goreng Murah, Dua Liter Cuma Rp 31 Ribu |
|
|---|
| Kasus TPPO, Pemkot Bandar Lampung Minta Guru Awasi Pergaulan Medsos Siswa |
|
|---|
| Pengakuan Korban KDRT di Lampung, Mau Dibunuh sampai Lari ke Tengah Hutan Malam-malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-muhammadiyah-Salat-Idul-Fitri-Jumat-20-Maret-2026.jpg)