Berita Lampung
Alasan Gubernur Mirza Apresiasi Desa Wonomarto Lampung Utara
Dia menyebut, Desa Wonomarto bisa menjadi percontohan dengan peningkatan produksi padi, jagung, dan singkong sebesar 30 persen.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi apresiasi untuk Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara.
Dia menyebut, Desa Wonomarto bisa menjadi percontohan dengan peningkatan produksi padi, jagung, dan singkong sebesar 30 persen serta peningkatan pendapatan BUMDes.
Hal itu disampaikan Mirza saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lampung Utara 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026).
Mirza menjelaskan, program tersebut terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami ingin perputaran ekonomi dari program nasional benar-benar dirasakan oleh petani dan pelaku UMKM di desa itu sendiri," tutur Mirza.
Dia menambahkan, program Desaku Maju hadir untuk memperkuat ekonomi desa melalui penyediaan pupuk organik cair (POC), mesin dryer, dan pelatihan vokasi.
Mirza pun mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, dan pembangunan infrastruktur sebagai pilar percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.
Menurut Mirza, penguatan SDM menjadi fondasi pembangunan karena Lampung Utara memiliki potensi besar di komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang.
Ia menekankan perlunya SDM terampil agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal.
"Kita membutuhkan SDM yang terampil dan produktif agar mampu mengelola potensi tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi petani serta perekonomian daerah," ujar Mirza.
Mirza juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah diminta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah serta meningkatkan relevansi kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain SDM, hilirisasi komoditas unggulan menjadi fokus utama agar produk lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah lebih besar bagi petani.
"Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani," katanya.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya logistik, dan membuka akses pasar lebih luas.
| Duel Dua Pelajar di Bandar Lampung, Satu Korban Ambruk Dihujam Pisau |
|
|---|
| Buronan Kasus Begal, Pemuda di Lampung Tengah Ancam Korbannya Pakai Badik |
|
|---|
| Lapas Kalianda Beri Bansos Tahanan yang Menjalani Upaya Hukum Restorative Justice |
|
|---|
| Pemprov Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,28 Persen, DPRD Beri Sejumlah Catatan |
|
|---|
| Pelaku Curas di Jembatan Kalibusuk Jalintim Lampung Tengah Diringkus di Tempat Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Gubernur-Lampung-buka-Musrenbang-4.jpg)