Berita Lampung

Akademisi Itera: Kondisi Perkeretaapian di Lampung dan Jawa Berbeda

Diketahui, jagat maya belakangan diramaikan oleh video viral aksi pemblokiran perlintasan kereta api di Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
DILEMA - Pengamat transportasi Itera, Abi Berkah Nadi, membeberkan pandangannya terkait kondisi perkeretaapian di Lampung belakangan ini. 

"Kita akui jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera ini jauh berbeda. Di Pulau Sumatera ini pelayanan dominan di sini adalah untuk angkutan logistik dibandingkan dengan angkutan bagi penumpangnya. Jadi kegunaan fungsi dari jalur kereta api yang ada di Sumatera ini seakan-akan malah diprioritaskan untuk angkutan logistik," ungkap Abi.

Kondisi ini membuat masyarakat Lampung yang ingin bepergian menggunakan moda transportasi kereta api menjadi sangat terbatas ruang geraknya.

"Jalur kereta api itu memang harus dominan prioritaskan untuk pelayanan masyarakat terlebih dahulu. Jika memang ini sudah ter-cover, mungkin boleh diperbolehkan terkait dengan jalur logistik-logistik lainnya," kata Abi.

Dengan frekuensi kereta penumpang rute Lampung-Palembang yang hanya melintas pagi dan malam, ia menilai masyarakat perlahan mulai beralih ke Jalan Tol Trans-Sumatera.

Namun, Abi optimistis kereta api Lampung bisa bergeliat kembali jika ada kemauan dari para pemangku kebijakan.

Ada dua solusi yang ditawarkan oleh akademisi Itera ini, yakni solusi jangka pendek mengenai pembagian jadwal yang adil, serta solusi jangka panjang dengan membuat rel khusus jalur logistik.

Ia menilai, jika ingin menambah perjalanan penumpang tanpa mematikan logistik, diperlukan komunikasi intensif antarinstansi untuk membagi waktu operasional secara efisien.

"Harus ada diskusi stakeholder antarpihak instansi apabila kita ingin meningkatkan pelayanan penumpang yang ada di Pulau Sumatera ini. Itu memang harus ada pembagian jadwal yang harus ditentukan," jelasnya.

Untuk menghindari kemacetan panjang di perlintasan sebidang dalam kota akibat panjangnya rangkaian kereta batu bara, Abi menyarankan pembangunan jalur khusus.

"Ini sudah pernah dibahas beberapa tahun lalu, kita sudah menyarankan untuk terkait dengan jalur logistik itu melewati jalur lintas timur di Sumatera di Provinsi Lampung. Kalau ini dibangun, maka diharapkan tidak mengganggu mobilisasi terkait dengan jalur di daerah-daerah yang terutama di dalam kota," papar Abi.

Abi berharap pemerintah pusat dan daerah tidak hanya fokus pada rute Lampung-Palembang, melainkan mengoptimalkan rute-rute pendek antarstasiun yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, peningkatan variasi kelas kereta dari ekonomi hingga kelas di atas bisnis juga diyakini mampu menghidupkan kembali denyut nadi transportasi publik di Sumatera. 

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved