Berita Lampung

Produksi Lumpuh Tiga Bulan, Perajin Batu Bata dan Genteng di Lampung Tengah Bersatu

Dalam situasi terjepit itu, para perajin genteng dan batu bata, sopir, hingga pemilik alat berat memilih bersatu. 

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
LUMPUH - Kepala Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo Suroso Adi Saputro sekaligus ketua Asosiasi Perajin Batu Bata, Genteng, dan Armada Pengangkut saat menjelaskan aktivitas perajin batu bata dan genteng selama tiga bulan terakhir lumpuh total akibat kesukitan bahan baku tanah ditambah bencana alam puting beliung, Kamis (16/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tiga bulan terakhir, ratusan perajin batu bata dan genteng di Lampung Tengah lumpuh akibat krisis bahan baku dan bencana puting beliung. 
  • Mereka membentuk asosiasi untuk mencari solusi. 
  • Dampaknya meluas ke sopir dan pemilik alat berat. 
 
 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Tiga bulan terakhir menjadi masa paling berat bagi ratusan perajin batu bata dan genteng di wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah.

Tobong-tobong produksi padam, roda ekonomi desa tersendat, bahkan diterjang bencana angin puting beliung.

Dalam situasi terjepit itu, para perajin genteng dan batu bata, sopir, hingga pemilik alat berat memilih bersatu. 

Mereka membentuk sebuah asosiasi sebagai upaya mencari jalan keluar dari krisis yang dihadapi.

Pembentukan Asosiasi Perajin Batu Bata, Genteng, dan Armada Pengangkut dideklarasikan pada Selasa (14/4/2026) malam di kediaman Kepala Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo.

Ratusan perwakilan dari lima kecamatan, Kalirejo, Sendang Agung, Padang Ratu, Selagai Lingga, dan Pubian, hadir dalam forum tersebut.

Kepala Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo, Suroso Adi Saputro yang juga terpilih sebagai ketua asosiasi, mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir aktivitas produksi lumpuh total.

Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh berhentinya pasokan bahan baku tanah liat. 

Penyedia bahan baku tidak lagi beroperasi karena kekhawatiran terhadap aspek legalitas.

Dampaknya pun meluas. Tidak hanya perajin kehilangan penghasilan, sopir dump truck juga kehilangan muatan, sementara alat berat seperti ekskavator terpaksa menganggur meski cicilan leasing tetap berjalan.

“Cicilan bank macet, cicilan mobil ikut tertunda. Tobong enggak ngebul, dapur juga enggak ngebul,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Melalui musyawarah, peserta sepakat menunjuk Suroso sebagai ketua asosiasi. Ia mengakui mandat tersebut tidak ringan.

Suroso menegaskan, tujuan utama asosiasi adalah memastikan para perajin dan pelaku usaha terkait dapat kembali bekerja seperti biasa.

“Tugas kita satu, bagaimana kawan-kawan perajin, sopir, dan pemilik alat berat bisa kerja lagi, tidak kesulitan mendapatkan bahan baku lempung,” katanya.

Sebagai langkah awal, pengurus asosiasi dijadwalkan melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Provinsi Lampung pada Kamis mendatang.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved