Berita Lampung
Disdikbud Pringsewu Siapkan Posko TKA Guna Menangani Berbagai Kendala Teknis
Kepala Disdikbud Kabupaten Pringsewu Supriyanto menyampaikan, meskipun sempat terjadi kendala permasalahan teratasi.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung secara umum dinilai berjalan lancar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu Supriyanto menyampaikan, meskipun sempat terjadi kendala permasalahan teratasi.
Persoalan itu muncul pada hari pertama, gelombang pertama, dan sesi pertama. Permasalahan tersebut dapat segera diatasi oleh tim teknis pusat, provinsi, dan kabupaten.
“TKA tahun ini diikuti seluruh siswa kelas akhir, baik jenjang SD maupun SMP. Untuk SD total peserta mencapai 6.141 siswa, sedangkan SMP sebanyak 6.014 siswa,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Senin (20/4/2026).
Supriyanto menjelaskan, tujuan utama pelaksanaan TKA adalah untuk memperoleh informasi capaian akademik murid secara terstandar.
Baca juga: Rumah Seorang ASN di Pringsewu Hancur Tertimpa Material Bangunan Walet
Data tersebut nantinya digunakan untuk keperluan seleksi akademik sekaligus mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam menyusun penilaian yang lebih berkualitas.
Menurutnya, hasil TKA menjadi instrumen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Selain melengkapi sistem penilaian yang sudah ada, hasil TKA juga memberikan umpan balik langsung kepada guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.
Dari sisi kesiapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu telah melakukan berbagai langkah, termasuk bimbingan teknis kepada petugas sekolah seperti proktor dan teknisi.
“Kami memastikan seluruh sekolah siap, baik dari aspek teknis maupun sumber daya manusia,” kata Supriyanto.
Untuk menjamin pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, Disdikbud juga melakukan monitoring langsung ke sekolah serta menyediakan posko TKA guna menangani berbagai kendala teknis di lapangan.
Meski demikian, Supriyanto mengakui terdapat sejumlah tantangan, terutama karena 2026 merupakan tahun pertama pelaksanaan TKA.
Salah satunya adalah masih minimnya pemahaman orang tua terhadap TKA. “Sekolah melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial,” jelasnya.
Selain itu, potensi gangguan listrik juga menjadi perhatian. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak dinas telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman selama pelaksanaan TKA.
Dalam hal koordinasi, Disdikbud menggandeng Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk memperlancar komunikasi dengan sekolah. Pendampingan juga dilakukan oleh petugas teknis yang ditunjuk dinas.
| Pemkab Lampung Tengah Siapkan Langkah Mitigasi Kekeringan seusai Rakornas Kementan |
|
|---|
| Pemprov Lampung Siapkan Skema Kemitraan SPPG–BUMDes hingga Gapoktan |
|
|---|
| Dua Begal di Lampung Tengah Tendang Pelajar, Motornya Dirampas |
|
|---|
| Perputaran Uang dari SPPG di Lampung Capai Rp 1,2 Triliun per Bulan, Total 1.120 Dapur |
|
|---|
| Pengawasan Limbah MBG Diperketat, 150 SPPG di Lampung Diberi Sanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Viral-Siswa-SD-Diwajibkan-Pakai-Baju-Lebaran.jpg)