Harga LPG Nonsubsidi Naik
Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi Jadi Pukulan bagi Kelas Menengah, Analisa Pengamat
Kenaikan harga LPG nonsubsidi disebut njadi pukulan bagi masyarakat kelas menengah karena mereka harus menanggung kenaikan biaya energi tanpa subsidi.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas alias LPG nonsubsidi, dinilai menjadi pukulan bagi masyarakat kelas menengah.
Kelompok ini dianggap paling merasakan dampaknya karena harus menanggung kenaikan biaya energi sendiri tanpa bantuan subsidi dari pemerintah.
Kondisi ini juga membuat pengeluaran rumah tangga kelas menengah berpotensi semakin membengkak, terutama bagi keluarga yang selama ini menggunakan tabung gas ukuran 5,5 kilogram maupun 12 kilogram.
Selain rumah tangga, dampaknya juga bisa merembet ke sektor usaha kecil yang menggunakan LPG nonsubsidi untuk kegiatan produksi sehari-hari.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai kebijakan ini tidak serta-merta mengguncang kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.
Baca juga: Harga Gas Elpiji 12 Kg di Pangkalan Bandar Lampung Rp 230 Ribu
Namun bagi kelompok menengah, kenaikan biaya energi tetap menjadi beban tambahan yang tidak bisa dihindari.
Pengamat ekonomi dari UIN Raden Intan Lampung, Suhendar, menilai kenaikan harga LPG nonsubsidi memang paling terasa bagi masyarakat kelas menengah.
Hal ini karena kelompok tersebut harus menanggung kenaikan biaya energi secara mandiri tanpa adanya skema bantuan dari pemerintah.
Namun, ia menilai kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga elpiji maupun BBM nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan terhadap inflasi.
"Kelompok yang paling terdampak itu memang kelas menengah. Karena satu, dia tidak menerima subsidi," ujar Suhendar saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2026).
Diketahui, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
LPG ukuran 12 kilogram melonjak dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau naik sekitar 18,75 persen.
Sementara itu, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram juga naik sekitar 18,89 persen, dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung.
Suhendar menyoroti bahwa kenaikan ini otomatis meningkatkan pengeluaran rutin keluarga kelas menengah yang menggunakan tabung gas tersebut.
"Kenaikan LPG nonsubsidi ini akan meningkatkan pengeluaran rumah tangga. Jadi kalau dalam perspektif ekonomi, kelas menengah yang tertekan dari sisi pengeluaran karena tanpa perlindungan fiskal," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-gas-elpiji-naik-sejak-18-April-2026-lalu.jpg)