Berita Lampung
Anggota DPRD Lampung Soroti Pengelolaan Dapur MBG, Terutama Air dan Limbah
Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa, menyoroti pengelolaan dapur program MBG yang dinilai masih perlu banyak pembenahan.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa, menyoroti pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih perlu banyak pembenahan, terutama terkait kebersihan, kualitas makanan, hingga pengolahan limbah.
Hal itu disampaikan Andika usai menerima berbagai laporan dari masyarakat saat turun ke daerah pemilihan (dapil), termasuk keluhan terkait dapur MBG yang beroperasi di lingkungan permukiman warga.
Menurut anggota Fraksi Gerindra ini, salah satu persoalan mendasar adalah kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Ia menekankan pentingnya penggunaan filter air sebelum digunakan, terutama jika sumber air berasal dari sumur.
“Air itu harus difilter dulu. Apalagi kalau sumbernya dekat laut atau air payau. Filter ini penting untuk menyaring kotoran atau kandungan berbahaya seperti timbal, sehingga air yang digunakan benar-benar higienis,” ujarnya.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMAN 6 Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Satgas: Semua Rawat Jalan
Selain itu, Andika juga mengingatkan agar posisi sumur tidak berdekatan dengan instalasi pembuangan limbah (IPAL).
Ia khawatir rembesan limbah dapat mencemari sumber air bersih warga.
“Kita tidak pernah tahu, meski sudah dicor, tetap ada potensi rembesan. Kalau sumur terlalu dekat dengan IPAL, ini berisiko mencemari air yang dipakai,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi air, ia juga menyoroti ketahanan makanan yang disiapkan dapur MBG.
"Harusnya daerah yang dekat rawa laut, bisa menyiapkan banker supaya beli air bersih mencuci makanan harus higienis," ucapnya.
Selain itu lanjut dia, makanan yang dimasak pada dini hari dan baru didistribusikan pagi hari harus dipastikan masih layak konsumsi.
“Makanan itu ada batas ketahanannya. Misalnya sayur tumis hanya tahan beberapa jam. Jangan sampai makanan yang sudah tidak layak tetap dibagikan ke anak-anak, karena bisa menyebabkan sakit perut,” katanya.
Ia menambahkan, peran ahli gizi sangat penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum didistribusikan.
Dalam hal kebersihan dapur dan limbah, Andika menilai masih banyak dapur MBG yang belum memenuhi standar.
| Ratusan Siswa SMAN 6 Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Satgas: Semua Rawat Jalan |
|
|---|
| Akhir Pekan, Polres Lampung Tengah Tingkatkan Patroli KRYD di Titik Rawan |
|
|---|
| Abdul Serahkan Diri, Dihantui Rasa Bersalah Usai Bacok Ibu Mertua hingga Tewas |
|
|---|
| Pemkab Lampung Tengah Gandeng Jaksa Perkuat Pendampingan Hukum Proyek Pembangunan |
|
|---|
| Identitas Pria yang Tertangkap Mencuri di Minimarket Pringsewu Lampung, Residivis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Lampung-Andika-Wibawa-soroti-dapur-MBG.jpg)