Berita Lampung

Mensos Target Sekolah Rakyat di Lampung Rampung Juni

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026).

Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
TINJAU SEKOLAH RAKYAT - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026). Ia menargetkan Sekolah Rakyat bisa rampung pada Juni 2026. 

"Otomatis. Jadi (orang tua siswa) otomatis akan menjadi anggota dari Koperasi Desa Merah Putih," ujar Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan di Natar, Minggu (26/4/2026).

Mengenai skema keanggotaan, Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan formula bersama kementerian terkait.

"Sedang ada pembicaraan dengan Kementerian Koperasi dan stakeholder yang lain. Apakah nanti iurannya dibebaskan atau dicicil, tergantung kebijakan akhir. Sekarang kita sedang simulasi dan diskusi, tapi tugas kita mendorong seluruh orang tua siswa menjadi anggota koperasi," lanjutnya.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul memantau langsung proses belajar-mengajar serta penerapan standard operating procedure (SOP) di SRMA 32.

Ia menyebut siswa di Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga yang istimewa dengan perjalanan hidup yang beragam.

"Ada yang putus sekolah, belum pernah sekolah, atau sekolah tapi tidak bisa mengikuti proses dengan baik. Bahkan ada tantangan luar biasa di mana siswa kelas 1 SMA belum bisa membaca. Ini tantangan bagi guru dan tenaga kependidikan," ungkap Mensos.

Meski begitu, Gus Ipul mengapresiasi kerja keras para pengajar yang mampu melewati dua bulan pertama yang berat hingga kini para siswa dan guru mulai merasa betah.

Gus Ipul melanjutkan, gedung yang saat ini digunakan masih bersifat sementara, sembari menunggu pembangunan sekolah permanen di Kota Baru rampung.

Diketahui, SRMA 32 saat ini masih menempati gedung milik BPSDM Lampung yang berlokasi di Jalan Sebiay, Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Gedung ini sementara, nanti akan pindah ke gedung permanen yang pembangunannya sudah mencapai lebih dari 30 persen," katanya.

Gus Ipul mengungkapkan, pemerintah juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap tata kelola dan kualitas SDM. Data menunjukkan banyak anak putus sekolah saat transisi dari SMP ke SMA. 

Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai salah satu solusi untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang menjadi atensi langsung presiden.

"Ketika anak tidak sekolah, semua kemungkinan buruk bisa terjadi, mulai dari kenakalan remaja hingga terlibat kegiatan negatif. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) dan atensi Bapak Presiden. Kita diajak menoleh kepada mereka, karena mereka adalah anak-anak kita semua," tegasnya.

Berdasarkan aspirasi siswa di SRMA 32 Lampung Selatan, tercatat sebanyak 75 persen siswa berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara 25 persen sisanya memilih untuk menjadi pekerja terampil.

Lebih lanjut, Gus Ipul berkomitmen akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah melalui penguatan pendidikan formal maupun informal.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved