Berita Lampung
Target SPMB Lampung Tahun Ini, No Titip No Jastip
Tahun ini Pemerintah Provinsi Lampung menutup praktik “titip-menitip” dalam proses SPMB. Target tahun ini adalah No Titip No Jastip’.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Marindo menjelaskan, Pemprov Lampung telah melakukan sejumlah perbaikan dalam sistem pendaftaran SPMB, termasuk memperjelas persyaratan dan memastikan kuota di setiap sekolah dimanfaatkan secara optimal.
Khusus jenjang SMA, terdapat empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
“Tahun ini aturan dibuat lebih detail dan tegas agar siswa yang rumahnya dekat sekolah memperoleh prioritas, siswa kurang mampu mendapatkan perlindungan, dan siswa berprestasi memperoleh kesempatan yang layak. Kami ingin proses ini berjalan bersih dan transparan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh sekolah menyiapkan petugas dan fasilitas pelayanan secara maksimal guna membantu masyarakat memahami mekanisme pendaftaran.
Kepada para orang tua, Marindo mengimbau agar mendampingi anak-anak dengan cara yang benar dan tidak mencari jalan pintas dalam proses penerimaan peserta didik baru.
“Jika kita ingin anak-anak menjadi pribadi yang sukses dan jujur di masa depan, maka teladan kejujuran harus dimulai sejak proses pendaftaran sekolah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Marindo turut mendeklarasikan komitmen bersama untuk mewujudkan pelaksanaan SPMB yang bersih dan inklusif di Provinsi Lampung.
“Mari kita pegang teguh komitmen bersama. ‘No Titip, No Jastip’,” tegasnya.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )
| Korban Bencana di Bandar Lampung Dapat Bantuan Rp 261 Juta |
|
|---|
| Petugas Dishub Bandar Lampung Standby di Perempatan UIN |
|
|---|
| Kunjungan Wisata di Pesawaran Lampung Tembus 1 Juta Orang |
|
|---|
| Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungkarang Kembangkan Inovasi Bank Sampah Golden |
|
|---|
| Awasi SPMB 2026, Pemprov Lampung Bentuk Tim Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kadisdikbud-Lampung-berharap-penerimaan-siswa-berbasis-domisili-dievaluasi.jpg)