Polisi Meninggal Ditembak di Lampung
Keluarga Brigadir Arya Supena Berharap Pelaku Segera Ditangkap dan Dihukum Setimpal
Pandangannya tertuju ke arah peti jenazah sepupunya, Brigadir Arya Supena, yang perlahan diturunkan ke liang lahat dengan iringan upacara Pedang Pora.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Jenazah Brigadir Arya Supena dikebumikan di TPU Kelurahan Mulyosari, Metro Barat, Kota Metro, Lampung.
- Pemakaman secara kedinasan kepolisian tersebut adalah bentuk pengakuan atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan Arya.
- Arya gugur setelah ditembak pelaku curanmor di Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) sore.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sabtu (9/5/2026) sore, Galung (31) berdiri di antara kerumunan pelayat di TPU Kelurahan Mulyosari, Metro Barat.
Pandangannya tertuju ke arah peti jenazah sepupunya, Brigadir Arya Supena, yang perlahan diturunkan ke liang lahat dengan iringan upacara Pedang Pora.
Bagi Galung, prosesi pemakaman secara kedinasan kepolisian tersebut adalah bentuk pengakuan atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan Arya.
Namun, di balik penghormatan itu, tersimpan rasa sakit hati atas perbuatan pelaku yang tega merenggut nyawa saudaranya.
"Alhamdulillah prosesi pemakaman sudah selesai tadi sore. Tadi ada upacara pelepasan dari kepolisian di rumah, lalu di makam juga ada penghormatan terakhir," cerita Galung seusai yasisnan di rumah duka, Sabtu (9/5/2026) malam.
Baca juga: Firasat Keluarga sebelum Brigadir Arya Gugur Ditembak Pelaku Curanmor di Bandar Lampung
Galung menegaskan bahwa pihak keluarga sangat tidak terima dengan cara Arya meninggal dunia.
Baginya, aksi pelaku yang menembak kepala Arya adalah tindakan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Apa lagi dilakukan saat Arya menjalankan tugasnya.
"Harapannya harus setimpal. Dari pihak keluarga maunya nyawa dibayar nyawa. Tapi kami tahu negara kita negara hukum, jadi biarlah hukum yang berjalan,"
"Tapi jujur, keluarga mana yang nggak benci kalau saudaranya meninggal seperti itu," lanjutnya.
Jika diberi kesempatan bertemu dengan pelaku, Galung mengaku mungkin tak akan bisa menahan emosinya.
Rasa kehilangan sosok sepupu yang sering membantunya sejak masa SMP dan SMA membuat luka ini begitu membekas.
"Banyak kata-kata kasar yang ingin saya sampaikan ke pelaku. Kami benar-benar nggak nyangka, padahal Arya itu orangnya selalu hati-hati. Rasanya masih nggak percaya dia pergi secepat ini dengan cara yang tragis," ungkapnya.
Galung juga berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat menangkap pelaku guna sedikit mengobati rasa sakit hati keluarga.
"Harapan saya supaya polisi bisa menangkap pelaku secepatnya. Kalau bisa detik ini juga! Hukum yang seberat-beratnya untuk mengobati luka keluarga," tuturnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Brigadir Arya Supena Gugur, Tinggalkan Istri dan Dua Anak yang Masih Kecil |
|
|---|
| Firasat Keluarga sebelum Brigadir Arya Gugur Ditembak Pelaku Curanmor di Bandar Lampung |
|
|---|
| Sosok Brigadir Arya Polisi Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Tidak Cengeng |
|
|---|
| Tangisan Keluarga Iringi Lantunan Doa di Kediaman Orang Tua Brigadir Arya |
|
|---|
| Suasana Duka di Rumah Brigadir Arya Supena, Anggota Polri Gugur Ditembak Curanmor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Keluarga-Brigadir-Arya-Supena-Berharap-Pelaku-Segera-Ditangkap-dan-Dihukum-Setimpal.jpg)