Polisi Meninggal Ditembak di Lampung

Perjuangan Bripka Anumerta Arya Supena Jadi Polisi, Belajar dan Latihan Berbulan-bulan

Sukadi mengenang, putranya yang bernama Bripka Anumerta Arya Supena berusaha keras demi lolos seleksi kepolisian.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
PERJUANGAN JADI POLISI - Ayah Bripka Arya, Sukadi. Sukadi mengenang, putranya yang bernama Bripka Anumerta Arya Supena berusaha keras demi lolos seleksi kepolisian. 
Ringkasan Berita:
  • Sukadi mengenang, putranya yang bernama Bripka Anumerta Arya Supena berusaha keras demi lolos seleksi kepolisian.
  • Arya disebut sampai les, olahraga dan ikut bimbingan belajar selama berbulan-bulan dalam rangka mengejar cita-citanya itu.
  • Dedikasi Arya sebagai pelindung masyarakat bukan hanya terlihat saat bertugas, tetapi hingga detik terakhir hidupnya.

Tribunlampung.co.id, MetroKepergian Bripka Anumerta Arya Supena menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Sang ayah, Sukardi mengungkap upaya Arya demi bisa menjadi polisi

Sukadi mengenang, menjadi polisi bukanlah cita-cita yang datang tiba-tiba bagi Arya. Sejak lama, ia telah mematri tekad untuk mengenakan seragam cokelat dan mempersiapkan diri dengan sangat serius demi lolos seleksi kepolisian.

“Dia ikut les, olahraga dengan antusias tinggi, bahkan ikut bimbingan belajar selama berbulan-bulan tanpa pulang ke rumah demi mengejar cita-citanya,” kenang Sukadi, Jumat (15/5/2026).

Di mata sang ayah, Arya adalah sosok yang tidak pernah neko-neko. Di lingkungan rumah, ia dikenal sebagai pemuda yang disiplin, jauh dari perilaku menyimpang, serta memiliki sikap yang santun.

“Dia anak baik, tidak merokok, dan ibadahnya rajin. Tetangga pun tidak pernah ada yang mengeluh tentang dia. Sosoknya sangat berwibawa,” tambah Sukadi.

Baca juga: Kebaikan Tak Terduga Bripka Arya Supena, Maafkan Pencuri dan Antar ke Pondok Pesantren

Dedikasi Arya sebagai pelindung masyarakat bukan hanya terlihat saat bertugas, tetapi hingga detik terakhir hidupnya. Insiden tragis itu terjadi ketika ia baru saja menyelesaikan tugas piket dan sedang dalam perjalanan pulang.

Saat melihat dugaan aksi pencurian sepeda motor di jalan, naluri kepolisiannya membuat Arya tidak tinggal diam. Meski tugasnya telah selesai, ia memilih untuk turun tangan dan berupaya menghentikan pelaku seorang diri hingga akhirnya gugur dalam peristiwa tersebut.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi kedua anaknya yang masih kecil, masing-masing berusia 6 tahun dan 3 tahun.

Satu hal yang selalu ditanamkan Sukadi kepada Arya adalah pentingnya kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas. Pesan itu terus dipegang Arya sejak awal mengabdi sebagai anggota Polri.

“Saya selalu berpesan kepada dia, jadilah polisi yang baik dan cari rezeki yang halal,” ujar Sukadi tersedu.

Kini, di tengah kehilangan yang begitu berat, Sukadi hanya menyisakan harapan agar pengabdian putranya tidak dilupakan.

“Anak saya pergi meninggalkan dua anak. Kami berharap ada perhatian dari pimpinan tertinggi kepolisian, baik Kapolri maupun Kapolda, untuk masa depan kedua cucunya yang telah kehilangan sosok ayah,” tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ikhwani S )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved