Polisi Meninggal Ditembak di Lampung
Sosok Bripka Arya Supena di Mata Keluarga, Kini Gugur Saat Gagalkan Aksi Begal
Sosok Bripka Anumerta Arya Supena (32) di mata keluarga merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan selalu menjadi panutan.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Sosok Bripka Anumerta Arya Supena (32) di mata keluarga merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan selalu menjadi panutan.
- Sebagai anak sulung, Arya dipandang sebagai penopang keluarga yang tumbuh dengan disiplin dan rasa tanggung jawab tinggi.
- Akan tetapi, perjalanan hidupnya harus terhenti saat ia gugur dalam upaya heroik menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di Lampung.
Tribunlampung.co.id, Metro - Sosok Bripka Anumerta Arya Supena (32) di mata keluarga merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan selalu menjadi panutan.
Bagi Abdiantoro, kakak sepupu almarhum, Arya bukan hanya keluarga, tetapi juga figur yang bisa diandalkan dan memberi teladan bagi adik-adiknya.
Sebagai anak sulung, Arya dipandang sebagai penopang keluarga yang tumbuh dengan disiplin dan rasa tanggung jawab tinggi.
Namun, perjalanan hidupnya harus terhenti saat ia gugur dalam upaya heroik menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di Lampung.
Abdiantoro menuturkan, Arya dikenal sebagai pribadi yang baik sejak kecil hingga dewasa. Ia juga tumbuh dalam keluarga yang pernah diuji kehilangan, setelah adik keduanya lebih dulu meninggal dunia akibat sakit usus buntu.
Baca juga: Sukadi Lega, Pelaku yang Tembak Bripka Arya Supena Akhirnya Dibekuk
“Dia anak pertama. Adiknya yang nomor dua juga sudah meninggal karena sakit. Arya selama ini dikenal sangat baik di lingkungan masyarakat maupun di tempat dinasnya di Polda. Dia rajin ibadah dan sangat berbakti kepada orang tuanya,” ungkap Abdiantoro, Jumat (15/5/2026).
Dari sudut pandang keluarga, Arya adalah sosok yang sederhana namun memiliki tekad kuat dalam hidup. Perjuangannya menjadi anggota Polri tidak mudah, namun ia jalani dengan kerja keras dan kedisiplinan tinggi.
Sukadi, ayah kandung almarhum, mengenang bagaimana Arya berjuang sejak awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi polisi.
“Usahanya luar biasa. Dia ikut les, olahraga dengan antusias tinggi, bahkan bimbingan belajar berbulan-bulan sampai tidak pulang demi kelulusan,” kenang Sukadi.
Bagi keluarga, Arya juga dikenal sebagai pribadi yang memegang teguh nilai-nilai yang diajarkan orang tua, terutama soal integritas dan kejujuran dalam bekerja.
“Saya selalu berpesan, ‘Nak, jadilah polisi yang baik, cari rezeki yang halal’. Dan itu dijalankannya hingga akhir hayat,” tutur Sukadi.
Di mata keluarga, Arya juga sosok yang memiliki naluri pengabdian tinggi. Bahkan di luar tugas, ia tetap menunjukkan jiwa kepolisian saat melihat tindak kejahatan, hingga akhirnya harus gugur dalam upaya menghadang pelaku curanmor.
Kini, keluarga hanya berharap perhatian terhadap masa depan dua anak Arya yang masih kecil, masing-masing berusia 6 tahun dan 3 tahun.
“Anak almarhum masih kecil-kecil, ada yang 6 tahun dan 3 tahun. Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda untuk memberikan perhatian bagi masa depan mereka,” harap Sukadi.
Gugur Ditembak
Sebelumnya diberitakan Brigadir Arya gugur ditembak pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di depan toko kue Yussy Akmal, Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
| Duka Mendalam Keluarga Bripka Arya Supena, Kini Pikirkan Nasib Dua Anak yang Ditinggalkan |
|
|---|
| Tetangga Bripka Arya Supena Dukung Tindakan Tegas terhadap Pelaku Begal |
|
|---|
| Kapolda Lampung Helfi Instruksikan Polisi Tembak di Tempat Pelaku Begal |
|
|---|
| Kediaman Bripka Arya Supena Tampak Sepi Pasca Penembakan |
|
|---|
| Daftar Barang Bukti dari Dua Pelaku Penembakan Bripka Arya Supena di Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Sosok-Bripka-Arya-Supena-di-Mata-Keluarga.jpg)