Berita Lampung

Pasar Saham Indonesia Terpuruk, Begini Kata Guru Besar Unila

Nairobi mengatakan, langkah MSCI tidak hanya berkaitan dengan pergerakan harga saham, tetapi juga mencerminkan penilaian terhadap tata kelola.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
PEMBENAHAN MENYELURUH - Pengamat ekonomi Lampung Nairobi mendorong pemerintah, otoritas pengawas, dan Bursa Efek Indonesia melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pasar modal. 

Dalam pandangan MSCI, lanjutnya, pola semacam itu dianggap mengganggu proses pembentukan harga yang sehat di pasar.

Nairobi mengatakan, dampak pencoretan saham dari indeks global dapat langsung dirasakan melalui tekanan jual di pasar saham dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Apalagi kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan ruang fiskal pemerintah yang dinilai semakin sempit.

“Pasar modal seharusnya menjadi penyangga kepercayaan, bukan justru menambah kegelisahan ekonomi,” imbuh dia.

Nairobi menuturkan, langkah yang dinilai penting antara lain memperkuat validitas data free float, meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham, hingga mempertegas sanksi terhadap praktik manipulasi harga dan transaksi terkoordinasi.

Selain itu, pemerintah juga diminta membangun komunikasi yang terbuka kepada investor terkait arah reformasi pasar modal Indonesia.

“Kepercayaan investor lahir dari aturan yang adil, informasi yang terbuka, dan penegakan hukum yang dapat diandalkan,” tandasnya. 

Yakinkan Investor

Dalam kunjungan ke BEI, Dasco dan Rosan P Roeslani disambut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Dasco mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya banyak berdiskusi mengenai langkah untuk memperkuat keyakinan investor global maupun investor domestik terhadap pasar modal Tanah Air. 

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa,” ujar Dasco dalam konferensi pers di gedung BEI, Selasa (19/5/2026). 

Selain investor asing, pembahasan juga difokuskan pada pertumbuhan investor ritel domestik yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif.

Menurutnya, pengelola bursa saat ini terus melakukan penyempurnaan regulasi agar mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi investor lokal untuk tetap berinvestasi di pasar modal dalam negeri. 

“Tadi kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor retail yang ada terus tumbuh dan berkembang, dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pengelola bursa bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal yang merasa nyaman,” paparnya. 

Ia menilai pertumbuhan investor ritel yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi kekuatan fundamental pasar modal Indonesia ke depan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved