Berita Lampung

Pasar Saham Indonesia Terpuruk, Begini Kata Guru Besar Unila

Nairobi mengatakan, langkah MSCI tidak hanya berkaitan dengan pergerakan harga saham, tetapi juga mencerminkan penilaian terhadap tata kelola.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
PEMBENAHAN MENYELURUH - Pengamat ekonomi Lampung Nairobi mendorong pemerintah, otoritas pengawas, dan Bursa Efek Indonesia melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pasar modal. 

Karena itu, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tertekan akibat sentimen global seperti perang di Timur Tengah, arah suku bunga global, dan rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI), pemerintah menilai tekanan tersebut lebih bersifat sementara dibandingkan mencerminkan kerusakan fundamental ekonomi Indonesia. 

Politikus Partai Gerindra itu bahkan menyebut publik berpotensi mulai melihat perbaikan kondisi pasar setelah 29 Mei 2026.

“Dan itu kemudian dengan fundamental yang ada kita yakin dan percaya bahwa bursa kita kedepan akan semakin kuat, mudah-mudahan kita akan melihat langsung setelah tanggal 29 ini. Semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan memiliki hasil,” tukas Dasco. 

Ia juga mengapresiasi langkah dan kerja keras direksi BEI maupun OJK yang dinilai terus berupaya menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan global.

Untuk diketahui, IHSG ditutup anjlok 3,08 persen ke level 6.396,268 pada sesi pertama perdagangan, Senin (19/5/2026). 

Indeks dibuka di level 6.599,213 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.635,127 sebelum akhirnya terperosok ke titik terendah 6.376,343.

Aksi jual masif terlihat dari dominasi saham yang melemah mencapai 611 saham, jauh lebih banyak dibandingkan saham yang naik hanya 96 saham, sementara 107 saham stagnan. 

Nilai transaksi tercatat cukup besar mencapai Rp 15,131 triliun dengan volume perdagangan 27,962 miliar saham dan frekuensi transaksi menembus 1,73 juta kali.

Tekanan terhadap IHSG juga membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun menjadi Rp 11.160 triliun. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved