Berita Lampung

Warga Senang Ruas Jalan Kalirejo–Pringsewu Akan Dicor

Pada proyek ruas Kalirejo–Pringsewu (Link 033), Pemprov Lampung melakukan preservasi jalan menggunakan rigid pavement atau beton cor.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
AKAN DICOR – Penampakan ruas jalan Pringsewu-Kalirejo di Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, yang akan diperbaiki, Kamis (21/5/2026). 

“Semoga bukan cuma jalan utama saja yang dibangun, tapi jalan-jalan di gang juga diperhatikan karena sekarang sudah banyak yang berlubang,” harapnya. 

Pembenahan Drainase

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pembangunan jalan tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga harus dibarengi pembenahan drainase agar kerusakan jalan tidak cepat terjadi.

Jihan pun mengenang saat melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

“Saya dulu waktu KKN (kuliah kerja nyata) di Unila lewat jalan ini. Dulu jalannya rusak, dan salah satu penyebab utamanya karena drainase tidak baik. Air menggenang di badan jalan. Aspal itu musuhnya air. Kalau air parkir di jalan, jalan akan cepat berlubang dan rusak,” kata Jihan. 

Ia meminta masyarakat ikut menjaga saluran irigasi dengan rutin membersihkan sedimentasi, sampah, rumput, maupun lumpur agar aliran air tetap lancar.

Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan juga harus memperhatikan keberadaan drainase. 

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran air demi kebutuhan parkir atau pembangunan ruko tanpa sistem aliran air yang baik.

“Kalau irigasi ditutup untuk lahan parkir tanpa jalur air, itu tidak diperbolehkan. Drainase harus tetap berfungsi supaya jalan yang sudah dibangun bisa awet,” imbuhnya.

Jihan juga menyoroti kendaraan angkutan dengan muatan berlebih yang dinilai menjadi salah satu faktor kerusakan jalan, terutama kendaraan pengangkut hasil perkebunan dan industri seperti sawit dan singkong.

Ia meminta pemerintah daerah bersama pihak perusahaan melakukan sosialisasi terkait aturan kendaraan overdimension overloading (ODOL) agar jalan yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama.

“Ruas ini merupakan jalur ekonomi penting penyangga Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah. Banyak kendaraan pengangkut hasil pertanian, sawit, singkong dan lainnya melintas di sini. Karena itu, harus dijaga bersama,” katanya.

Jihan menyebut tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu saat ini telah mencapai 87,86 persen.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu mencapai kondisi mantap 100 persen pada 2029.

“Saya akan kawal sampai akhir 2029, insya Allah jalan provinsi di Pringsewu bisa mantap 100 persen,” tegasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved