Penembakan di Kota Metro

Warga Ungkap Detik-detik ASN Ditembak hingga Tewas di Metro

Seorang pedagang ayam geprek bernama Dedi Kristian Agung (40) tewas mengenaskan setelah diterjang dua kali tembakan senjata api oleh pria.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
LOKASI PENEMBAKAN - Iqdam, saksi mata, menunjukkan lokasi penembakan pedagang ayam geprek di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Minggu (24/5/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Peristiwa tragis terjadi di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Sabtu 23/5/2026) malam. 

Dedi Kristian Agung (40), ASN yang menyambi jadi pedagang ayam geprek, tewas mengenaskan setelah diterjang dua kali tembakan senjata api oleh pria tak dikenal.

Aksi penembakan sadis ini terjadi tepat di depan lapak dagangan korban di kawasan Ganjar Asri.

Ironisnya, korban dieksekusi dari jarak dekat di hadapan anak dan istrinya yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Saksi mata di lokasi, Iqdam, menjelaskan, detik-detik kronologi penembakan ASN yang menyambi jadi pedagang ayam geprek itu. 

Iqdam menjelaskan, korban ambruk tidak berdaya setelah dua peluru dari senjata api pelaku bersarang di tubuhnya.

"Dia (pelaku) melepaskan tiga tembakan. Korbannya kena dua kali tembakan," ujar Iqdam, Minggu (24/5/2026).

Menurut kesaksian warga, peristiwa mencekam ini bermula dari adu mulut antara korban dan pelaku yang berlangsung selama kurang lebih 5 menit. 

Suara keributan yang cukup keras itu sempat memicu perhatian warga sekitar yang kebetulan sedang menggelar acara nonton bareng (nobar) film tidak jauh dari lokasi.

Adu mulut tersebut dengan cepat berubah menjadi perkelahian fisik di depan lapak korban. 

Melihat situasi yang semakin memanas, istri dan anak korban serta beberapa warga sekitar sempat mencoba mendekat untuk melerai pertikaian tersebut.

Namun, di tengah perkelahian fisik, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menodongkannya langsung ke arah korban. 

Meski sempat ditantang oleh korban yang emosi, pelaku tanpa ragu menarik pelatuknya hingga dua kali dan mengenai sasaran.

Dua tembakan yang diarahkan ke tubuh korban membuatnya langsung terjatuh bersimbah darah. 

Melihat korban roboh, puluhan warga yang berada di lokasi nobar spontan bergerak maju dan mengepung pelaku demi mencegahnya melarikan diri.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved