Penembakan di Kota Metro
Wabup Lampung Utara Minta Maaf, Penembakan di Metro Timbulkan Keresahan
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan kepolisian atas peristiwa penembakan di Metro
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Di tengah keributan, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan ke arah korban.
Setelah korban roboh, warga yang berada di lokasi langsung berusaha mengejar dan menangkap pelaku.
Namun pelaku justru melepaskan satu tembakan ke udara untuk membubarkan massa.
“Karena orang-orang mau nangkap, dia kasih peringatan biar enggak mendekat,” ujar Iqdam.
Tembakan tersebut membuat warga mundur karena takut menjadi sasaran berikutnya. Pelaku lalu memanfaatkan situasi untuk melarikan diri.
Korban sempat dievakuasi warga menggunakan mobil yang melintas karena ambulans tak kunjung datang. Namun nyawanya tidak tertolong.
Trauma Mendalam
Peristiwa penembakan yang menewaskan Dedi Kristian Agung (40) di Ganjar Asri, Metro Barat, bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga trauma mendalam bagi keluarga korban.
Sang istri, Vita Lestari, harus menyaksikan langsung suaminya ditembak di depan kedua anak mereka yang masih berusia 7 dan 3 tahun.
Insiden itu terjadi saat Dedi menemani istrinya berjualan ayam geprek. Menurut Vita, awalnya pelaku datang seperti hendak berbicara biasa sebelum cekcok berubah menjadi perkelahian.
Situasi mendadak berubah mencekam ketika pelaku mengeluarkan pistol dari tas selempangnya dan menembak korban hingga tersungkur.
Anak-anak korban disebut berada tidak jauh dari lokasi saat kejadian berlangsung.
“Suami saya langsung jatuh setelah ditembak,” ujar Vita dengan suara bergetar, Minggu (24/5/2026).
Vita menduga pelaku memang telah merencanakan aksinya. Sebab, menurutnya, pelaku sebelumnya kerap melontarkan ancaman kepada korban terkait persoalan utang piutang.
Kini, setelah kehilangan tulang punggung keluarga, Vita berharap proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi pihak mana pun.
| Sebelum Dievakuasi Tubuh ASN Lampung Tengah Terkapar Selama 15 Menit Pasca Ditembak |
|
|---|
| "Ayah Kenapa, Bu?" Teriakan Anak Usai Dedi Ditembak, Vita Syok Melihat Suaminya |
|
|---|
| Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Dedi, ASN yang Tewas Ditembak di Lampung |
|
|---|
| Alasan Pelaku Penembakan Pedagang Ayam Geprek di Lampung Serahkan Diri ke Polisi |
|
|---|
| Detik-detik Penjual Ayam Geprek Ditembak di Metro, Istri: Suami Saya Langsung Tersungkur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wabup-Lampung-Utara-serahkan-pelaku.jpg)