Penembakan di Kota Metro

Saksi Dengar Suara Letusan Senpi Sebelum Pedagang Ayam Geprek di Metro Terkapar

Saksi Mr mengaku mendengar suara letusan senjata api sebelum pedagang ayam geprek ditemukan terkapar usai ditembak oleh pelaku. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
DENGAR LETUSAN SENPI - Barang bukti yang dihadirkan dalam ekspose di Mapolda Lampung, Senin (25/5/2026). Saksi dengar suara letusan senpi sebelum pedagang ayam geprek terkapar. 

Ringkasan Berita:
  • Saksi Mr mengaku mendengar suara letusan senjata api sebelum pedagang ayam geprek terkapar.
  • Saksi Mr melihat dari jarak 2 meter dari titik keributan.
  • Korban dan pelaku sempat terlihat berdekatan saling dorong.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Saksi Mr mengaku mendengar suara letusan senjata api sebelum pedagang ayam geprek di Kota Metro terkapar hingga meninggal dunia.

Pedagang ayam geprek di Metro yang juga seorang PNS tewas usai ditembak oleh pelaku.

Korban diketahui bernama Dedi Christian Agung (DCA), sementara pelaku Fajar Jaya Putra (FJP). 

"Saksi Mr melihat dari jarak sekitar 2 meter dari titik terjadinya keributan tersebut atau di depan warung ayam geprek milik korban," kata Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan dalam ekspose di Mapolda Lampung, Senin (25/5/2026).

Diteruskannya, saat itu korban dengan pelaku terlihat berdekatan dan saling dorong. 

"Melihat hal tersebut saksi MR dan saksi VL yang juga istri korban, melerai korban dan pelaku masuk ke dalam warung ayam geprek milik korban. Korban menjauh dari pelaku, sedangkan pelaku mundur ke arah jalan raya lalu kabur dengan motornya," ujar Indra.

Baca Juga: Detik-detik Penjual Ayam Geprek Ditembak di Metro, Istri: Suami Saya Langsung Tersungkur

Motif Penembakan

Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan mengatakan, motif pelaku menghabisi nyawa korban terkait utang sebesar Rp 1 Juta. 

"Jadi untuk modus operandinya tersangka datang ke tempat usaha korban, kemudian melakukan penagihan terhadap utang korban sebesar Rp 1 Juta," kata Kombes Pol Indra Hermawan, saat konpers di Mapolda Lampung.

"Pelaku menagih utang kepada korban karena tidak dibayar kepada tersangka," terusnya.

Keduanya sempat terlibat cekcok mulut. 

Lalu tersangka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap korban. 

Korban terjatuh setelah ditembak oleh tersangka dan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, kasus penembakan yang menewaskan Dedi Kristian Agung (40), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah yang juga bekerja sampingan sebagai penjual ayam geprek, di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Istri korban, Vita Lestari, yang berada di lokasi kejadian, menyaksikan langsung suaminya tersungkur setelah ditembak di hadapan dua anak mereka yang masih kecil.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved