Berita Lampung
Duel Dua Pelajar SMP di Bandar Lampung Dipicu Aksi Bullying
insiden berdarah duel dua pelajar SMP di Bandar Lampung dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni yuntavia
Ringkasan Berita:
- insiden berdarah tersebut dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying yang dialami pelaku.
- sebelum penusukan terjadi, korban sempat mengajak pelaku berkelahi hingga keduanya terlibat pergumulan
- pelaku menggunakan pisau dapur yang dipinjam dari temannya dan telah dibawa ke sekolah sebelum kejadian berlangsung.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kasus penusukan yang melibatkan dua pelajar SMP di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, menggegerkan masyarakat setelah seorang siswa berinisial K (13) nekat menusuk teman sekolahnya sendiri, V (13), pada Senin (25/5) siang.
Polisi mengungkap, insiden berdarah tersebut dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying yang dialami pelaku.
Kapolresta Bandar Lampung, Alfret Jacob Tilukay, menjelaskan, sebelum penusukan terjadi, korban sempat mengajak pelaku berkelahi hingga keduanya terlibat pergumulan.
“Pelaku sempat diajak berkelahi oleh korban, kemudian terjadi pergumulan. Setelah itu pelaku mengeluarkan pisau dan melakukan penusukan,” ujar Alfret saat rilis kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (26/5.
Menurut polisi, pelaku menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur yang dipinjam dari temannya dan telah dibawa ke sekolah sebelum kejadian berlangsung.
Akibat penusukan itu, korban mengalami tiga luka tusuk, yakni dua luka di bagian pinggang dan satu luka di bagian punggung. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Di lingkungan sekolah, K dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang menonjol. Sejumlah teman sekolah mengaku terkejut atas tindakan nekat tersebut.
E (13), salah seorang teman pelaku, mengatakan bahwa K selama ini dikenal pendiam meski tetap bergaul dengan teman-temannya.
“Orangnya memang lebih pendiam, tapi tetap main sama teman-teman seperti biasa,” kata E saat ditemui di luar sekolah, Selasa (26/5).
Ia menambahkan, pelaku tidak pernah menunjukkan perilaku aneh ataupun konflik terbuka dengan siswa lain di sekolah.
Hubungan antara pelaku dan korban pun disebut tidak terlalu dekat. Keduanya berada di kelas VII yang berbeda dan tidak tinggal dalam lingkungan yang sama meskipun sama-sama berdomisili di Way Halim.
Warga sekitar rumah korban juga mengaku tidak mengenal pelaku. Ros (53), tetangga korban, mengatakan lingkungan tempat tinggal korban biasanya sepi pada siang hari karena sebagian besar warga bekerja. “Nggak kenal. Bukan warga sini,” ujarnya.
Korban diketahui merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya menjaga toko. Saat kejadian berlangsung, suasana lingkungan rumah korban dalam kondisi lengang.
Korban penusukan langsung dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dalam kondisi bersimbah darah.
Manajer Ruang IGD rumah sakit tersebut, Maya Oktavia, mengatakan korban tiba sekitar pukul 11.42 WIB dalam kondisi sadar namun mengalami pendarahan hebat.
“Pasien masuk dengan keluhan mengalami tiga luka tusuk. Saat dievakuasi korban masih dalam keadaan sadar penuh meski mengalami pendarahan hebat,” jelas Maya.
Tim medis segera melakukan penanganan darurat dengan menjahit luka luar untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu, tiga dokter spesialis diterjunkan guna memastikan tidak ada kerusakan serius pada organ dalam korban.
Dokter urologi memeriksa kemungkinan cedera pada ginjal dan saluran kemih, sementara dokter bedah toraks menangani adanya udara yang terjebak di paru-paru akibat luka tusuk di punggung.
Setelah mendapat penanganan intensif, kondisi korban dilaporkan mulai stabil dan telah dipindahkan ke ruang perawatan bedah pria. Meski demikian, tim medis masih melakukan pemantauan ketat setiap satu jam sekali guna mengantisipasi penurunan kadar hemoglobin dan kemungkinan kebutuhan transfusi darah.(dom)
Tempuh Diversi
Polisi memastikan pelaku penusukan hanya satu orang dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, karena usia pelaku masih di bawah 13 tahun, polisi tidak melakukan penahanan.
Pelaku sementara dikembalikan kepada orang tuanya selama proses hukum berjalan.
Kapolresta Bandar Lampung menegaskan penanganan kasus ini akan mengedepankan mekanisme diversi atau penyelesaian di luar peradilan pidana sebagaimana diatur dalam sistem peradilan anak di Indonesia.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mencari tahu permasalahan yang menyebabkan duel pelajar hingga luka tusuk.
"Kita lagi perintahkan Dinas Pendidikan, harus (mengetahui) detail apa permasalahannya," tukas Eva kepada awak media di sela-sela acara penyerahan sapi kurban presiden ke Masjid Al Mada, Selasa (26/5).
Eva berharap supaya persoalan yang melibatkan pelajar ini dapat segera selesai. Ke depan, tambah dia, kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi. "Insyaallah selesai, Bismillah. Dan kejadian seperti ini enggak boleh terjadi lagi," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, Eva mengaku akan memberi pembinaan kepada pelajar. Yakni dengan turun langsung ke sekolah bersama tim dan satgas.
Eva menegaskan kepada pihak sekolah supaya memperkuat pengawasan. Apa lagi terkait keberadaan pelajar yang membawa senjata tajam.
Dia menyarankan supaya sekolah mengedukasi pelajar agar lebih fokus mengejar cita-cita dengan belajar.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )
| Oknum Komcad TNI AL Bikin Laporan Curas Palsu, Terbongkar Setelah Polisi Temukan Kejanggalan |
|
|---|
| Lamteng Perkuat Komitmen Jamkes, Fokus Perpanjangan Program PBPU–BP dan Validasi Data Peserta |
|
|---|
| KONI Lampung Dorong ALTI Perkuat Pembinaan Atlet sejak Dini |
|
|---|
| Pengaspalan Berkala Jalan Tol Kayuagung - Palembang Rampung |
|
|---|
| Polisi Tangkap Oknum Komcad yang Mengaku TNI AL dan Buat Laporan Curanmor Palsu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perawatan-di-RSUDAM.jpg)