Berita Lampung
Total 4 Jemaah Haji Lampung Wafat di Tanah Suci
Dua jemaah yang wafat seusai Armuzna yakni Muhammad Sukono Sarwan (64) asal Pringsewu dan Sujarmi Panidi Nurwanto (67) asal Mesuji.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Empat Jemaah haji asal Lampung wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.
Dua jemaah wafat sebelum rangkaian perjalanan puncak haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Dua jemaah yang wafat seusai Armuzna yakni Muhammad Sukono Sarwan (64) asal Pringsewu dan Sujarmi Panidi Nurwanto (67) asal Mesuji.
Humas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Lampung Syarief Ediansah menjelaskan, jemaah atas nama Sujarmi (Kloter JKG 18) wafat akibat sakit, Minggu (31/5/2026).
"Almarhumah wafat pada Minggu (31/5/2026) sekira pukul 10.30 WAS di Mekkah. Kondisi fisik almarhumah menurun drastis akibat kelelahan setelah mengikuti rangkaian prosesi ibadah haji yang padat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar Syarief, Senin (1/6/2026).
Adapun Sukono (Kloter JKG 21) wafat sehari setelahnya akibat serangan jantung pasca menunaikan salah satu rukun wajib haji, yakni tawaf ifadah.
Petugas sempat melarikan Sukono ke Shefa Hospital, Mekkah.
Namun, nyawa almarhum tak tertolong dan dinyatakan wafat pada Senin (1/6/2026) pukul 01.58 Waktu Arab Saudi (WAS).
"Dua jemaah yang baru saja wafat ini terjadi setelah mereka merampungkan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jadi, secara syariat mereka sudah bisa dibilang haji karena rukun-rukun utamanya telah dilaksanakan dengan sah," terangnya.
Sesuai aturan, almarhumah diurus oleh pihak maktab dan otoritas setempat untuk disalatkan di Masjidil Haram, kemudian dimakamkan secara layak di pemakaman khusus jemaah haji di Mekkah.
Sebelumnya, dua jemaah lainnya tercatat wafat pada masa awal kedatangan di Arab Saudi sebelum sempat menunaikan puncak ibadah haji di Arafah.
Sugiarti binti Karto Pawiro (73) asal Lampung Utara mengalami komplikasi tekanan darah tinggi (hipertensi) hingga sesak napas.
Almarhumah Juga sempat terjatuh saat berada di Madinah dan mengalami fraktur (patah tulang).
Kondisinya sempat membaik tanpa harus opname di rumah sakit Madinah, sehingga diputuskan untuk digeser ke Mekkah menggunakan ambulans.
Namun, hanya berselang satu hari setelah tiba di hotel Mekkah pada malam hari, tekanan darahnya mendadak naik drastis disertai sesak napas akut akibat kelelahan perjalanan.
| Keringanan Pajak Kendaraan Lampung Mulai 2 Juni, Penunggak Cukup Bayar 1,5 Tahun |
|
|---|
| Pengunjung Pulau Pahawang Pesawaran Tembus 5.395 Orang Saat Libur Idul Adha |
|
|---|
| Warung Ayam Geprek di Hadimulyo Barat Kota Metro Terbakar, Kerugian Rp 30 Juta |
|
|---|
| Warung Ayam Geprek di Metro Kebakaran |
|
|---|
| 5 Pengendara Motor Terjatuh Akibat Tumpahan Solar di Jalan ZA Pagar Alam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Jemaah-Haji-Pringsewu-wafat-di-Mekkah.jpg)