Berita Lampung
Motif Asmara di Balik Pembunuhan Sadis Duda di Labuhan Maringgai Lampung Timur
Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban pada Senin (1/6/2026).
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
"Informasi dari masyarakat, kronologi awalnya itu sekitar jam 11 malam korban dijemput sama kawannya. Kami belum tahu pasti siapa kawannya itu. Korban dijemput dan keluar dari rumah, tahu-tahu sekitar jam 02.30 malam ada kabar dari warga kalau korban sudah ditemukan (meninggal dunia)," tutur Nur Yadi.
Mendengar laporan tersebut, Nur Yadi langsung mendatangi TKP bersama jajaran perangkat desa lainnya guna memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak berwajib.
"Begitu dapat kabar, saya langsung ke sana bersama Pak Kadus, Pak RT, dan warga ke lokasi TKP. Di situ saya perintahkan Pak Kadus untuk segera menghubungi Pak Babin dan pihak Polsek Labuhan Maringgai. Alhamdulillah semua aparat langsung datang sejak malam itu sampai pagi," pungkasnya.
Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengungkapkan, bahwa motif di balik aksi nekat pelaku menghabisi nyawa korban dengan luka mengerikan tersebut didasari oleh masalah asmara.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, motif asmara menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban," ujar Boyoh, Selasa (2/6/2026).
Kasat Reskrim menjelaskan, penangkapan FK dipimpin langsung oleh Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pelaku yang merupakan warga Desa Karyatani diringkus di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.
Namun, kata dia, proses penangkapan pemuda berusia 22 tahun ini tidak berjalan mulus. FK sempat melakukan perlawanan sengit kepada petugas dan mencoba kabur dari sergapan.
"Saat hendak diamankan, FK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku," terangnya.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Polisi tidak hanya menemukan senjata tajam, tetapi juga barang bukti yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
Ia menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Polda Lampung yang memberikan back-up penuh, sehingga kasus pembunuhan sadis ini bisa terungkap dalam waktu singkat di bawah 24 jam
"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini, kami masih terus dalami," pungkas Boyoh.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)
| Prakiraan cuaca Lampung Rabu 3 Juni 2026, Udara Kabur hingga Berawan |
|
|---|
| Penyebab Puluhan Ribu Anak di Lampung Putus Sekolah, Faktor Nonteknis Jadi Pemicu |
|
|---|
| Abaikan Nasihat Warga, Pendaki Asal Bandar Lampung Tersesat di Gunung Tanggang |
|
|---|
| Kejelian Satpam Dengar Suara Teriakan Histeris, Ternyata Ada Duda Tewas |
|
|---|
| Jemaah Haji asal Pringsewu Lampung Wafat di Makkah Usai Rampungkan Tawaf Ifadah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Duda-tewas-di-tanggul-irigasi-Lampung-Timur-ternyata-dibunuh-karena-masalah-asmara.jpg)