Berita Lampung

Bulog Lampung Serap 400 Ribu Ton Gabah Petani

Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatatkan realisasi serapan gabah petani mencapai sekitar 400 ribu ton gabah atau setara 202.955 ton.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
ISTIMEWA/Dok Bulog Lampung Utara
SERAPAN GABAH - Bulog Lampung mencatatkan realisasi serapan gabah petani mencapai sekitar 400 ribu ton gabah atau setara 202.955 ton. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatatkan realisasi serapan gabah petani mencapai sekitar 400 ribu ton gabah atau setara dengan 202.955 ton beras hingga awal Juni 2026.

Capaian ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap dongkraknya realisasi serapan gabah dan beras nasional yang kini resmi menembus angka monumental 3.008.626 ton setara beras (3,01 juta ton).

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian yang berhasil diraih berkat kerja keras kolektif ini.

"Alhamdulillah, hingga awal Juni 2026, Bulog Lampung telah berhasil menyerap sekitar 400 ribu ton gabah petani atau setara dengan 202.955 ton beras," ujar Rindo Safutra, Rabu (3/6/2026).

Ia mengatakan, realisasi serapan di Lampung saat ini tercatat telah melampaui angka 80 persen dari total target pengadaan yang dipatok untuk Kanwil Bulog Lampung pada tahun 2026, yaitu sebesar 496.334 ton gabah (setara 253.885 ton beras).

Capaian ini telah mencapai sekitar 80 persen "dari target pengadaan gabah Kanwil Lampung," kata Rindo.

Rindo menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari sinergi yang kokoh di lapangan.

"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Bulog, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta mitra penggilingan yang bersama-sama mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan petani," tambahnya.

Ia memaparkan, tingginya angka penyerapan di Lampung dipicu oleh berbagai langkah taktis dan strategis yang diterapkan oleh Bulog Lampung sepanjang musim panen bergulir.

Ia mengatakan, ada beberapa strategi kunci yang dilakukan untuk mencapai target ini.

Pertama, sistem jemput bola, yakni melakukan penjemputan gabah secara langsung di kantong-kantong sentra produksi padi Lampung.

Kedua penguatan kemitraan dengan merangkul dan memperkuat lini kerja sama dengan jaringan penggilingan padi lokal.

Selain itu, pihaknya juva memlakuak akselerasi birokrasi dengan melakukan percepatan proses pengadaan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku agar petani cepat menerima kepastian.

Program penyerapan ini sengaja digenjot untuk memberikan kepastian pasar serta menjamin harga yang layak dan menguntungkan di tingkat petani.

Di sisi lain, langkah ini menjadi instrumen vital dalam memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) demi menjaga stabilitas pasokan dan harga eceran beras di tengah masyarakat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved