Berita Lampung
Tanggapan DPRD Lampung soal Aksi Mahasiswa Terkait Kenaikan Pertamax
Menanggapi tuntutan mahasiswa mengenai kenaikan harga Pertamax, Amaluddin menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika global.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Amaluddin, menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya terkait kenaikan harga jenis Pertamax.
- Menurut Amaluddin, aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Mengenai kenaikan harga Pertamax, Amaluddin menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang saat ini memengaruhi sektor energi.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Amaluddin, menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Menurut Amaluddin, aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Terkait demo, ini memang tugas mahasiswa sebagai agent of change yang bertugas menyampaikan tuntutan dan mendorong perbaikan. Secara sejarah mahasiswa juga memiliki peran penting, jadi tentu kita apresiasi,” ujar Amaluddin saat diwawancarai di kantor DPD Partai Demokrat, Selasa (16/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib dan tidak mengarah pada tindakan yang merusak fasilitas umum maupun menimbulkan gangguan keamanan.
“Sepanjang demonya betul-betul menyampaikan aspirasi dan bukan dengan niat merusak atau tindakan lain yang tidak sesuai aturan, tentu itu kita hormati,” katanya.
Menanggapi tuntutan mahasiswa mengenai kenaikan harga Pertamax, Amaluddin menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang saat ini memengaruhi sektor energi.
Ia menjelaskan, situasi internasional, termasuk konflik dan ketidakstabilan global, berdampak terhadap pasokan serta kondisi energi yang kemudian berpengaruh secara nasional.
“Kenaikan BBM ini karena kita tahu situasi internasional, perang global, sehingga stok BBM juga terbatas dan berdampak secara nasional,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Lampung melalui Komisi IV berencana melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap aman dan tidak memicu gejolak di tengah masyarakat.
“Dengan kondisi seperti ini, DPRD khususnya Komisi IV akan berkoordinasi dengan Pertamina agar stok tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan gejolak baru,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan harga BBM kembali turun, Amaluddin menyebut peluang tersebut tetap terbuka bergantung pada perkembangan kondisi yang terjadi.
“Ada saja kemungkinan turun,” singkatnya.
Sementara terkait rencana aksi lanjutan dari mahasiswa, Amaluddin berpesan agar aspirasi tetap disampaikan dengan cara yang baik dan mengedepankan ketertiban.
“Kalau mahasiswa kembali melakukan aksi, silakan menyampaikan aspirasi dengan baik dan jangan sampai terjadi kerusuhan,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Geger, Warga Tanggamus Lihat Beruang di Bawah Pohon Jengkol, Ada Bekas Cakaran |
|
|---|
| Hanya Lihat Kiri, Kendaraan Roda 3 Tertemper Kereta Semen di Perlintasan Fayakun |
|
|---|
| Jelang Musda VI Demokrat Lampung, Budiman AS dan Sejumlah Nama Ambil Formulir Pendaftaran |
|
|---|
| Polisi Temukan Mobil Honda Brio yang Hilang di Pantai Sanggar Beach Lampung Selatan |
|
|---|
| Flight Desak Penyelundup Satwa Liar di Bakauheni Lampung Selatan Tanggung Biaya Rehabilitasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-IV-DPRD-Lampung-Amaluddin-4.jpg)