Berita Terkini Nasional
Nasib Camat dan Guru PPPK di Bengkulu yang Digerebek Warga
Sekretaris daerah (Sekda) Seluma Deddy Ramdhani mengungkap alasan keduanya mendapatkan saksi tersebut.
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bengkulu - Nasib Camat Air Periukan Hajar Asmara dan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SDN 65 Yunita Rahayu yang digerebek sedang berduaan di kosan di Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja.
Terkini, Hajar Asmara telah dicopot dari jabatannya, sementara Yunita Rahayu dipecat sebagai guru SD PPPK.
Sekretaris daerah (Sekda) Seluma Deddy Ramdhani mengungkap alasan keduanya mendapatkan saksi tersebut.
Menurutnya, Hajar Asmara dan Yunita Rahayu melakukan pelanggaran disiplin berat ASN dan PPPK.
"Pak Camatnya sekarang kita tempatkan sebagai staf di Kesbangpol. Sementara guru PPPK nya akan kita lakukan pemecatan," terang Deddy Ramdhani dikonfirmasi Senin 23 Maret 2026.
Dijelaskan Sekda, sesuai peraturan pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 pelanggaran yang dilakukan oleh Camat dan guru PPPK ini adalah pelanggaran berat.
Keduanya yang seharusnya menjadi contoh dan panutan, melakukan hal tidak terpuji yang sangat mencoreng nama baik institusi.
"Sebagai ASN seharusnya dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Perbuatan Camat dan guru PPPK ini telah mencoreng citra Pemkab Seluma," kata Sekda.
Sebelumnya, Camat Air Periukan, Hajar Asmara dan Yunita Rahayu, guru PPPK di SDN 65 telah di kali digerebek sedang berduaan.
Pertama pada 8 Desember 2025 lalu. Camat Air Periukan dan Guru PPPK SDN 65 digrebek oleh warga di salah satu kosan di Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja.
Bukannya bertobat, pada 20 Februari 2026 sekira pukul 02.30WIB Camat Air Periukan dan Guru PPPK ini kembali digrebek.
Kali ini penggrebekan dilakukan sendiri oleh suami Guru PPPK di rumah milik mereka di Kota Bengkulu.
Akal Bulus Camat
Akal bulus Camat Air Periukan, HA (43), dan YR (35), seorang guru PPPK di SDN 65 Kayu Arang sebelum digerebek warga saat berduaan di sebuah kamar kos di Dusun Rawang Jawi, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Penggerebekan berawal dari kecurigaan suami YR lantaran perselingkuhan HA dengan guru PPPK tersebut diduga telah berlangsung lama.
Pada hari penggerebekan, HA diketahui telah berjanji untuk bertemu dengan YR.
| Sidang Kasus “Tongtek Maut” di PN Pati Ricuh, Mobil Tahanan Diserang Massa |
|
|---|
| Anak Satpol PP Berhenti Sekolah Gara-gara SK Digadaikan Pimpinan Rp100 Juta |
|
|---|
| Reaksi Nurul Sahara Seusai Tahu Yai Mim Meninggal, Sampaikan Ucapan Duka Cita |
|
|---|
| Penyebab Yai Mim Tewas Dalam Tahanan, Polisi Beri Penjelasan Kronologisnya |
|
|---|
| Warga Geger, Niat Gotong Royong Malah Temukan Jenazah Sudah Kering Dalam Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KASUS-CAMAT-PRIUKAN-Sekretaris-Daerah-Seluma.jpg)