Berita Terkini Nasional

Kecurigaan Keluarga Dosen Levi Sidang AKBP Basuki Ditunda Lagi, Ada Apa?

Sidang AKBP Basuki kembali ditunda, keluarga dosen Levi curiga ada kejanggalan. Desas-desus tuntutan ringan bikin tanda tanya makin besar.

Tayang:
TribunJateng/HO/IST
HINDARI SOROTAN KAMERA - Terdakwa AKBP Basuki diduga menghindari sorotan kamera dengan menutup wajah menggunakan rompi tahanan oranye, dan sempat mengibaskannya ke arah kuasa hukum keluarga korban, seusai sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (4/5/2026). Dia merupakan terdakwa dalam kasus kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi, yang sidang pembacaan tuntutannya kembali ditunda dan dijadwalkan ulang. 

Ringkasan Berita:
  • Sidang AKBP Basuki di Pengadilan Negeri Semarang kembali ditunda.
  • Keluarga korban curiga ada kejanggalan proses hukum. Terdakwa sempat hindari kamera usai sidang.
  • Isu tuntutan ringan (<7>

Tribunlampung.co.id, Semarang - Kecurigaan keluarga mendiang dosen Dwinanda Linchia Levi makin menguat setelah sidang kasus yang menyeret AKBP Basuki kembali ditunda.

Bukan sekali dua kali, agenda pembacaan tuntutan yang seharusnya jadi penentu justru molor lagi tanpa kejelasan.

Di ruang sidang, suasana sebenarnya sudah penuh harap. Keluarga datang menunggu, berharap ada titik terang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, jadwal kembali mundur, membuat tanda tanya makin besar.

Kuasa hukum keluarga korban pun tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Mereka mulai mencium ada sesuatu yang janggal, apalagi penundaan ini terjadi berulang di momen krusial.

Desas-desus soal tuntutan yang disebut-sebut ringan ikut memperkeruh suasana. Keluarga pun khawatir proses hukum tak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus AKBP Basuki–Dosen Levi, Selingkuh Pakai Fasilitas Negara

Di tengah situasi itu, sorotan publik makin tajam. Apalagi terdakwa adalah seorang perwira menengah Polri, yang membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah ada faktor lain di balik lambatnya proses ini?

Dikutip dari TribunJateng.com, terdakwa dalam kasus ini adalah AKBP Basuki.

Bukan hanya karena agenda pembacaan tuntutan yang kembali ditunda, tetapi juga momen mencolok yang terjadi sesaat setelah persidangan berakhir di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (4/5/2026).

Seusai sidang, AKBP Basuki yang berstatus tahanan tampak bergegas meninggalkan ruang persidangan menuju ruang tahanan.

Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, dia diduga berupaya menghindari sorotan kamera.

Bahkan, rompi tersebut digunakan untuk menutupi wajahnya saat digiring petugas menuju ruang tahanan.

Suasana di lorong pengadilan pun sempat ramai.

Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Abidin Petir, sempat turut mengikuti AKBP Basuki, sementara aparat berseragam cokelat mengawal ketat pergerakan terdakwa.

Di tengah situasi itu, AKBP Basuki terus berjalan cepat sambil menundukkan kepala dan menutup wajahnya.

Zainal Petir mengaku sempat mencoba berinteraksi dengan Basuki.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved