Anggota Polisi dan Jaksa Jadi Korban Developer PT Patala Global Perdana, Kok Bisa?

Anggota Polisi dan Jaksa Jadi Korban Developer PT Patala Global Perdana, Kok Bisa?

Tribunlampung.co.id/Muhammad Heriza
demo korban developer bodong PT Gatala di Polresta Bandar Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Cahyo Agung mengatakan kasus investasi bodong PT Patala Global Perdana terus bergulir.

Bahkan sudah ada 25 laporan terkait masalah yang membelit Direktur Utama PT Patala Global, Hendra Agung Putra.

Baca: Prajurit TNI AD Dikeroyok 20 Orang dan Ditembak Softgun, Ini Penyebabnya

"Masih jalan terus, sudah ada 25 laporan yang masuk," sebut Harto melalui sambungan telepon, Minggu 3 Desember 2017.

Masih kata dia, dari 25 laporan tersebut ada korban yang berprofesi sebagai jaksa dan polisi.

Bahkan saat ini sudah pada tahap satu dan sedang diteliti Jaksa.

"Memang benar, diantara laporan dari korban investasi Patala ada yang berprofesi sebagai jaksa dan polisi," sebutnya.

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, Hendra sebagai Dirut Patala membangun perumahan di daerah Imbakusuma tetapi belum ada izin, maka pembangunan tidak bisa dilanjutkan dan korban meminta haknya kembali.

"Awalnya belum ada izin dari tata kota, kemudian izin tidak terbit, sehingga tidak bisa dibangun yang di Imbakusuma, kalau yang di Rajabasa itu gagal karena digugat oleh ahli waris tanah yang meminta naik harga," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved