Breaking News:

Napi Kasus Korupsi Diduga Terlibat Politik Uang Pilgub Lampung di Lapas, Panwaslu Bicara

Dugaan pidana pemilu politik uang (money politics) di Lapas Rajabasa, Bandar Lampung diduga dilakukan oleh narapidana perkara korupsi.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Safruddin
KOMPAS/LASTI KURNIA
Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi. 

Perkara ini sekarang sudah naik ke penyidikan, bahkan informasi terakhir Panwas mendapatkan pemberitahuan sudah diserahkan ke kejaksaan.

Baca: 7 Warga Lampung Jadi Korban Lakalantas di Banyuasin, Ini Penampakan Pemakamannya

"Kasus Pidana Pemilu di Kota Bandar Lampung naik ke Penyidikan, saat ini ditangani Kejaksaan. Ini kasus politik uang berkaitan dengan video piral di media sosial ada bag-bagi uang di lapas diduga berkaitan dengan Pilgub," kata Chandrawansyah.

Menurut dia setelah mendapatkan video di media sosial tersebut, mereka langsung mengecek ke lapas Rajabasa.

"Ada salah satu napi marah karena ada politik uang di Lapas, kita tidak tahu juga kenapa video itu bisa beredar di media sosial. Tetapi itu kami jadikan petunjuk untuk mengecek ke lapas dan ternyata peristiwa itu benar. Dirapatkan di gakumdu, diyakini itu kegiatan politik uang untuk Pilgub. Baru satu ini yang ditangani," kata Candra.

Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung memutuskan laporan dugaan money politics secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) di Pilgub, memenuhi syarat formil dan materiil.

Dengan keputusan itu, maka perkara ini akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

"Malam ini (kemarin) mulai pukul 19.00 kami, Bawaslu mengadakan pembacaan penetapan pendahuluan terhadap laporan TSM tim paslon 1 dan 2.

Pembacaan penetapan pendahuluan apakah laporan memenuhi syarat formil materil atau tidak. Untuk menentukan apakah bisa dilanjukan ke sidang pemeriksaan pokok perkara atau tidak," kata Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriah, Selasa (3/7) malam.

Dugaan money politics TSM di Pilgub Lampung dilaporkan oleh dua pasangan calon, yakni pasangan nomor 1, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, dan pasangan nomor 2, Herman HN-Sutono.

Adapun terlapor adalah paslon nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik), yang unggul sementara berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved