Buku Panduan Manasik Haji Dibagikan Hari Ini

Basid menjelaskan, pihaknya pada prinsipnya sudah berupaya jangan lagi ada keterlambatan buku manasik, ihrom, mukena, dan bahan batik.

Buku Panduan Manasik Haji Dibagikan Hari Ini
Sebanyak 388 jamaah haji dari kloter 7 asal Kota Bandar Lampung sudah mengumpulkan koper di kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Rabu (18/7) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung terus berupaya menanggapi persoalan buku panduan manasik yang mengalami keterlambatan pada tahun 2018 ini.

"Ya untuk persoalan keterlambatan buku panduan manasik, kami sudah berupaya cari info ke pusat yaitu kasi perlengkapan haji subdit dokumen dan perlengkapan haji dan kasubdit bimbingan jamaah (Binjah) Kemenag RI Jakarta, dan bidang haji Kanwil DKI dan Banten," jelas Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung Abdul Basid saat dijumpai di ruangannya, Rabu (18/7).

Informasi yang didapat, sambung Basid, buku panduan manasik nanti akan dibagi di embarkasi. Untuk DKI dan Banten diterima di Asrama Pondok Gede, sementara kalau Lampung di Embarkasi Antara Lampung pada saat jamaah masuk Asrama Haji pada Kamis (19/7) ini.

Baca: Hari Ini Putusan Politik Uang TSM, 2.200 Personel Jaga Kantor Gakkumdu

Karena menurut rencana pada Rabu (18/7) malam ini dikirim ke Lampung melalui jalur darat oleh vendor Jakarta (pencetak sekaligus distributor) dan sampai pada Kamis pagi.

"Kemungkinan yang sangat bermanfaat adalah buku tuntunan doa yang di kalung leher. Kalau buku panduan satunya tidak akan sempat lagi dibaca jamaah, karena mereka sudah masuk Asrama Haji. Tapi kembali lagi ke jamaah, sebenarnya masih bisa dibaca kalau jamaah memang semangat untuk membacanya," paparnya.

Basid menjelaskan, pihaknya pada prinsipnya sudah berupaya jangan lagi ada keterlambatan buku manasik, ihrom, mukena, dan bahan batik. Sebab keterlambatan buku manasik sempat juga terjadi pada tahun 2017 lalu.

Baca: Dua Guru MIN Ditodong Begal, Satu Pelaku Menyerahkan Diri

"Ya tahun lalu sempat ada keterlambatan, tapi tidak sampai seperti tahun ini. Kalau tahun lalu itu keterlambatannya dari setelah jamaah melunasi selang beberapa hari baru diberi. Karena idealnya suvenir itu diterima setelah melunasi biaya ibadah haji," ucapnya.

Basid menerangkan, pihaknya sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi kejadian tersebut dengan mengumpulkan pihak Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) pada Desember 2017 lalu.

"Saya sudah kumpulkan BPS-BPIH Desemberr 2017 pada saat evaluasi penyelanggaraan haji 2017. Dan sudah mengimbau untuk tahun 2018 jangan sampai terlambat lagi, bahkan waktu itu sudah berikan data estimasi jamaah yang akan melunasi tahun 2018 pada masihng BPS-BPIH. Eh, malah kejadian lagi. Ini merupakan suatu kemunduran dan nanti akan dievaluasi agar tidak terjadi lagi," katanya.(*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved