Breaking News:

Kasus Blangko e-KTP Dijual Online Anak Pejabat di Lampung hingga Pasar, Polri Turun Tangan

Kasus Blangko e-KTP Dijual Online Anak Pejabat di Lampung hingga Pasar, Polri Turun Tangan

Editor: Heribertus Sulis
Proses perekaman e-KTP 

Dilihat dari penampakannya secara kasat mata, blangko tersebut memang nampak asli karena juga terdapat hologram di lembar muka blangko.

Selain itu AN juga menyanggupi dapat menyediakan blangko tersebut dalam jumlah besar jika dibutuhkan, bahkan hingga 200-300 blangko!

Bukan hanya blangko e-KTP saja yang dijual.

Tapi beberapa kios di Pasar Pramuka Pojok juga menyediakan jasa pembuatan e-KTP asli tapi palsu.

Sejumlah kios pengetikan dan penjilidan itu menawarkan harga Rp 500.000 per lembar.

Mengapa juga disebut e-KTP asli tapi palsu?

Pasalnya OD, salah satu penyedia jasa pembuatan e-KTP asli tapi palsu ini mengatakan bahwa dirinya hanya bisa mencetak data identitas di lembar blangko saja.

Dirinya tak bisa merekam data identitas ke dalam chip yang ada di dalam blangko e-KTP.

E-KTP hasil karya OD juga tidak bisa digunakan pada alat scan tertentu karena data identitas tidak ada di dalam chip.

Selain dijual bebas di Pasar Pramuka Pojok blangko berharga ini juga dijual di situs belanja online, salah satunya ditawarkan oleh toko yang menamai dirinya Lotusbdl.

Toko yang mengidentifikasi dirinya berada di Bandar Lampung ini menawarkan harga yang lebih murah, yaitu hanya Rp 50.000 saja.

Tapi sekali beli harus 10, sehingga harganya menjadi Rp 500.000.

Direktur Jenderal Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pihaknya langsung menelusuri temuan tim Kompas tersebut.

Dan pelaku kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Pihak situs belanja online juga sudah menghapus produk blangko e-KTPyang dijual di platformnya.

Meski setiap pihak yang melakukan pengunggahan produk di situs belanja online bisa melakukannya secara mandiri dan bebas tapi dari pihak situs belanja online memiliki beberapa kebijakan dari produk apa saja yang bisa diperjual belikan sehingga tidak melanggar aturan dan hukum.

Anak Mantan Kepala Disdukcapil Tulangbawang

Praktik jual beli blanko KTP elektronik yang sempat ditawarkan di Tokopedia menyeret nama mantan pejabat Tulangbawang (Tuba).

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tuba, Ahmad Suharyo mengatakan, kasus tersebut terjadi pada tanggal 13 maret 2018.

Ketika itu, Kadisdukcapil Tuba dijabat oleh Pirhadi yang telah purnabakti sejak 1 Oktober 2018.

"Permasalahan ini terjadi pada tanggal 13 Maret, hanya baru terungkap sekarang," terang Ahmad Suharyo, Kamis (06/12) petang.

Asisten I Pemkab Tuba ini mengatakan, merujuk informasi yang beredar ada dugaan penyalahgunaan blanko KTP-el yang dijual secara online oleh oknum.

"Dari hasil investigasi dari Dirjen Adminduk Kemendagri beserta tim, didapati bahwa pelakunya sudah diketahui dan sudah ada pengakuan dari bersangkutan. Saat ini sudah dilaporkan ke Mabes polri," terang Suharyo.

Suharyo mengatakan, dugaan sementara hasil ivestigasi tim dari Dirjend Adminduk diketahui pelakunya adalah anak dari mantan Kadis Dukcapil Tuba.

"Saat ini (kasusnya) sudah ditangani aparat penegakan hukum. kita sangat mendukung penuh upaya penegakan hukum, tentu dengan memperhatikan azaz praduga tidak bersalah," imbuhnya.

Pemkab Tuba, kata Suharyo, mendukung penuh langkah penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

Pasalnya, kata Suharyo, kasus tersebut sudah merusak citra pelayanan adminduk yang sudah dibangun selama ini.

"Kita serahkan ke aparat penegak hukum untuk mendalami secara khusus berdasarkan aturan yang berlaku dalam penegakan hukum," tandas Suharyo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Turun Lapangan, "Mapping" Kasus Jual Beli Blangko E-KTP"

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved