Tsunami Pesisir Lampung

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Kisah Petugas Basarnas Lampung Evakuasi Korban di Desa Kunjir

Bahkan, seorang anggota Basarnas menemukan warga selamat yang kondisinya cukup memprihatinkan, dengan luka cukup parah di bagian paha.

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Personel Basarnas Lampung berada di tengah lokasi terparah yang terdampak tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. 

Hingga Minggu pagi, kata Yayank, tim masih terus mengevakuasi korban tsunami.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Video Detik-detik Tsunami 4 Meter Hantam Pesisir Lampung Selatan

"Tadi pagi kami menemukan warga, perempuan, teriak minta tolong di pinggir pantai. Kami langsung meluncur dan melakukan evakuasi. Dia tidak bisa jalan ke pinggir jalan ini karena kakinya bolong di bagian paha. Sekarang sudah di rumah sakit," kata Yayank.

Kepala Basarnas Lampung Jumaril menjelaskan, pihaknya bersama instansi lain, seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga, masih terus berupaya melakukan evakuasi dan mencari korban yang hilang. 

"Sejauh ini berdasarkan data dari staf khusus Pak Bupati (Nanang Ermanto) itu 49 orang yang meninggal dunia. Itu khusus di Lampung Selatan saja, baik yang sudah di rumah sakit maupun yang baru dievakuasi," jelas Jumaril.

Sedangkan untuk personel yang diturunkan, lanjut Jumaril, total ada 39 orang. 

"Tetapi menyebar. Ada yang di Pantai Alau-alau, Kunjir, dan di sini (Way Muli Timur). Untuk yang di Kunjir, sudah saya tarik ke sini dan sedang dalam perjalanan. Karena memang dari pengamatan yang paling parah di sini," tandas Jumaril.

Tak hanya tim Basarnas yang turun membantu melakukan evakuasi pascabencana.

Sejumlah relawan baik dari warga, maupun swasta juga ikut membantu.

Salah satunya adalah PT Bukit Asam Lampung.

Ketua Tim Tanggap Darurat PT BA Lampung Aang Haryadi mengatakan, sejak kejadian Sabtu malam, pihaknya sudah menerjunkan 50 relawan yang disebar ke beberapa titik bencana.

"Paling banyak memang di sini (Way Muli). Karena sepertinya yang cukup parah di sini. Rencananya, besok ditambah lagi 20 orang untuk membantu," kata Aang.

Tim tanggap darurat, kata Aang, juga sudah mendistribusikan 200 bungkus nasi untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak bencana tsunami di Way Muli.

"Kami juga berupaya mendatangkan alat berat untuk membantu mengevakuasi puing-puing reruntuhan bangunan. Dan juga akan mendistribusikan sembako serta air bersih," tutur Aang. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved