Puluhan Mobil yang Rusak Akibat Tsunami Banten Dibiarkan Tak Terurus
Puluhan Mobil yang Rusak Akibat Tsunami Banten Masih Dibiarkan Tak Terurus
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tsunami di Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12/2018), mengakibatkan puluhan mobil terdampar.
Kini nasib mobil itu masih belum jelas lantaran sang pemilik belum mengambilnya.
Mobil-mobil dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat itu diamankan di dekat pantai Tanjung Lesung.
Puluhan mobil terlantar itu diduga milik korban tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12/2018).
• Dugaan Suap Proyek SPAM di Lampung, KPK Sebut Anggiat Terima Rp 350 Juta dan 5.000 Dollar AS
Menurut karyawan Tanjung lesung, Adril, baru 16 mobil yang sudah diambil pemiliknya.
Sementara itu masih ada sekitar 38 mobil yang masih terlantar.
"Saat terjadinya tsunami, tamu itu banyak acara. Kita gak bisa ngitung. Tapi kalau setelah kejadian, mobil rusak yang terkumpul semuanya kira-kira 38 mobil," ujar Adril, seperti dikutip TribunWow dari saluran Youtube Official iNews, Minggu (30/12/2018).
Menurut Adril, mobil-mobil tersebut umumnya berplat A, F dan B.
"Kebanyakan dari plat A (Banten), Bogor, dan Jakarta," k
• Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2019, Pilih yang Cocok, Bahasa Indonesia atau Inggris
atanya.
"Kita dari kemarin menunggu pemilik, yang udah datang (diambil) 16 mobil," ungkapnya.
Dari video terlihat kondisi mobil yang rusak bagian kaca hingga bodi mobil.
Korban Jiwa Capai 431 Orang
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan informasi data sementara korban tsunami yang menerjang wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) lalu.
Data tersebut dibagikannya melalui akun Twitter, @Sutopo_PN, pada Sabtu (29/12/2018).
Sutopo menyebutkan data sementara korban hingga Sabtu (29/12/2018), tercatat 431 korban meninggal dunia dan 7.200 korban luka-luka.
• Nelayan Lampung Saksikan Gunung Anak Krakatau Terbelah hingga Picu Tsunami
Sementara 15 orang masih dinyatakan hilang dan 46.646 orang telah mengungsi.
Kerugian material meliputi, 1.778 unit rumah rusak, 78 unit penginapan dan warung rusak serta 434 perahu dan kapal rusak.
Sutopo sempat mengungkapkan bahwa data korban mengalami penurunan karena adanya data yang ganda.
Dikutip dari Tribunnews.com pada Jumat (28/12/2018), Sutopo menjelaskan bahwa ada penurunan jumlah korban meninggal dunia karena terjadi pencatatan ganda sebelum tanggal 26 Desember 2018 lalu.
"Adanya penurunan jumlah meninggal dengan jumlah sebelumnya pada 26 Desember karena terjadi pencatatan ganda pada Kabupaten Pandeglang dan Serang," tuturnya.
Sementara jumlah korban yang luka luka sebanyak 7.202 orang, 23 orang hilang dan 40.386 warga mengungsi, serta 1.296 unit rumah mengalami kerusakan.
Berikut rincian korban jiwa hingga kerugian materiil dampak tsunami di Selat Sunda yang dibagikan pada 28 Desember 2018 lalu:
1. Kab. Pandeglang (11 kecamatan terdampak)
20 Orang meninggal dunia
1 Orang hilang
247 Orang Luka – Luka
4.399 orang mengungsi
40 unit rumah rusak
2. Kab. Lampung Selatan
1 Orang meninggal dunia
4 Unit rumah (RB)
4 Unit penginapan (RB)
1 Unit shelter (RB)
1 Unit Dermaga (RB)
70 Unit perahu nelayan (RB)
3. Kab. Pesawaran
1 Orang meninggal dunia
1 Orang Luka - Luka
231 Orang mengungsi
53 Unit rumah (RB)
82 Unit rumah (RR)
14 Unit Perahu Nelayan rusak
(TribunWow.com)