Bentrok di Mesuji

MK Kehilangan 3 Anggota Keluarganya yang Tewas Saat Bentrok Berdarah di Register 45 Mesuji

MK Kehilangan 3 Anggota Keluarganya yang Tewas Saat Bentrok Berdarah di Register 45 Mesuji

MK Kehilangan 3 Anggota Keluarganya yang Tewas Saat Bentrok Berdarah di Register 45 Mesuji
Tribunlampung.co.id/Deni
Korban dari kelompok Mekar Jaya Abadi yang terlibat bentrok dengan kelompok Mesuji Raya di Register 45 Mesuji terbaring lemah di RS Bhayangkara Polda Lampung, Rajabasa, Kamis (18/7/2019). 

“Kondisi korban sadar, dan masih dirawat,” kata Akhmad Safri.

Bajak Disewa

MK, keluarga Jeman yang ditemui di RSUAM, sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Ia mengaku harus kehilangan dua orang pamannya, yakni Roni dan Rowi, serta seorang kakaknya bernama Dali.

Ketiganya telah dimakamkan di Pematang.

“Sedang kakak saya, Jeman, bisa diselamatkan. Walau sempat kritis, sekarang sedang dirawat dan baru operasi ambil peluru di bagian tenggorokan,” katanya.

Menurutnya, sebelum bentrok itu, pihak Mesuji Raya sebenarnya hendak melakukan mediasi untuk mengambil mesin bajak yang disita oleh kelompok Mekar Jaya Abadi.

“Bajak itu sedang disewa, tapi malah disita. Jadi datang 50 orang dari Mesuji Raya untuk musyawarah, tapi malah diserang. Kami bisa kabur, tapi empat kakak saya tertangkap,” bebernya.

Atas peristiwa ini, MK pun menyerahkan semuanya kepada aparat hukum, khususnya Polda Lampung, dalam menyelesaikan hal ini.

“Harapan kami, pelaku penganiyaan ini menyerahkan diri dan dihukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Wagub Nunik Tinjau

Sehari setelah bentrokan, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) meninjau ke lokasi. Nunik datang ke lokasi didampingi Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Inf Taufiq Hanafi, Dandim 0426 Tulangbawang Letkol Inf Kohir, juga Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo.

Nunik mengatakan, Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumatra Selatan untuk menyelesaikan konflik di kawasan Register 45 Mesuji yang melibatkan warga Mesuji-Lampung dengan warga OKI-Sumsel.

Kata Nunik, penyelesaiannya harus melibatkan sejumlah pihak lintas sektoral, baik dari Sumsel maupun Lampung.

Penanganannya pun, ada skala jangka panjang dan jangka pendek.

Guna meredam agar tidak adanya konflik susulan, pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan unsur Forkopimda. "Kita terus berkoordinasi dengan aparat kepolisan dan TNI," kata Nunik.

Selain itu, Nunik juga mengajak Pemkab Mesuji dan Pemprov Lampung untuk berkolaborasi memikirkan biaya pengobatan korban bentrok yang saat ini tengah di rawat di rumah sakit.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memintaketegasan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI terkait lahan di register 45. Ini agar tak jadi konflik yang berkepanjangan.

Menurut Arinal, KLHK sebagai pihak yang berwenang untuk menangani konflik tanah Register 45 harus mencarikan solusi penangan konflik.

"Karena Pemerintah Provinsi Lampung hanya memiliki kemampuan mengendalikan konflik yang sifatnya sesaat," ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Rapat Utama Gubernur, Kamis.

Kawasan register, lanjutnya, merupakan tanggung jawab Kementerian Kehutanan, maka Kementerian Kehutanan harus lebih serius masuk ke wilayah tersebut.

Menurutnya saat ini fungsi hutan register di Provinsi Lampung sebagian besar sudah beralih ke fungsi ekonomi, sehingga membuat puluhan ribu hektare luas hutan memiliki kelemahan yang mengakibatkan perambah bebas berbuat.

500 Personel

Terkait pengamanan pasca bentrokan, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, sudah ada 500 personel gabungan baik dari unsur TNI dan Polri.

"Unsur Polri terdiri dari Brimob, Sabara, Reserse, Intelijen, Anggota Polres Mesuji dan 100 personil dari unsur TNI dari kodim 0426 Tulang Bawang,” jelasnya.

Disinggung soal keterlibatan Polda Sumatera Selatan dalam pengamanan bentrokan ini, Pandra menjelaskan bahwa Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto melakukan koordinasi antar pimpinan agar bisa ditindaklanjuti sinergitas antara forum koordinasi pimpinan daerah.

“Tidak lanjut ke bawah kepada Kapolres Mesuji, Polda Lampung dan Kapolres Mesuji OKI Polda Sumatera Selatan untuk melakukan upaya melokalisir agar tidak terjadi bentrok susulan, dengan upaya prefentif dan mengedepankan tokoh masyarakat dan agama,” tegas Pandra.

Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved