Semua Saksi Absen, Jaksa Bacakan BAP Saksi Kasus Kematian Sopir Bupati Lampung Utara

Jaksa penuntut umum terpaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi kasus kematian Yogi Andhika.

Semua Saksi Absen, Jaksa Bacakan BAP Saksi Kasus Kematian Sopir Bupati Lampung Utara
Tribun Bandar Lampung/Hanif Risa Mustafa
SIDANG LANJUTAN KASUS YOGI - Terdakwa Moulan Irwansyah Putra alias Bowok, mantan ajudan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, berjalan keluar ruang sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (25/7/2019). Ia menjalani sidang lanjutan kasus kematian Yogi Andhika, sopir bupati Lampura. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jaksa penuntut umum (JPU) terpaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi kasus kematian Yogi Andhika, sopir Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Apa penyebabnya? Itu karena saksi-saksi tidak ada yang hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (25/7/2019).

JPU Sabi'in membacakan BAP tiga saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Moulan Irwansyah Putra alias Bowok, mantan ajudan bupati Lampura.

Tiga saksi itu tidak hadir dalam persidangan. Masing-masing Nopisari, sepupu Yogi; M Riswan Pangabean, personel Bhabinkamtibmas Perumnas Way Kandis, Bandar Lampung; dan Purnomo, anggota Polres Lampura.

"Saksi semestinya tiga orang, Yang Mulia. Namun semuanya tidak bisa hadir karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jika diperkenankan, saya akan membacakan BAP-nya, Yang Mulia," kata JPU Sabi'in.

"Dipersilakan untuk dibacakan. Terdakwa Moulan tidak keberatan kan? Jika tidak, kita lanjutkan. Kalau memang dalam kesaksian di BAP ada yang salah, silakan membantah," ujar Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziraluo.

Pertama, JPU Sabi'in membacakan BAP saksi Nopisari, sepupu Yogi.

"Dari BAP poin 13, kronologi penganiayaan berdasarkan cerita saksi, Yogi Andhika disuruh adik bupati (Raden Syahrir) menyerahkan uang Rp 25 juta ke rumah ibunya di Ketapang," paparnya.

Yogi kemudian mampir ke rumah dinas bupati untuk mandi setelah menerima Rp 25 juta.

"Sementara uang diletakkan di dasbor mobil. Namun setelah mandi, saat dilihat pintu mobil terbuka dan dasbor mobil juga terbuka. Uang sudah hilang. Yogi merasa takut sehingga dia pergi," terang JPU Sabi'in.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved