Tribun Tulang Bawang

Untuk Lakukan Percepatan Dipasena Terang, Ini Saran P3UW ke PLN dan Pemerintah Daerah

Pemasangan jalur listrik PLN ke wilayah eks pertambakan Dipasena di Kecamatan Rawajitu Tiimur, Tulangbawang, sudah sejak dua tahun lalu berjalan.

Untuk Lakukan Percepatan Dipasena Terang, Ini Saran P3UW ke PLN dan Pemerintah Daerah
Tribunlampung.co.id/Endra
Petugas PLN tengah memasang tiang beton untuk menyalurkan kabel penghantar arus listrik ke Dipasena. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Pemasangan jalur listrik PLN ke wilayah eks pertambakan Dipasena di Kecamatan Rawajitu Tiimur, Tulangbawang, sudah sejak dua tahun lalu berjalan.

Namun, hingga kini progresnya baru pengiriman tiang untuk satu kampung Bumi Dipasena Abadi dari delapan kampung yang ada.

Banyak hal yang menjadi kendala untuk memasang jalur listrik PLN ke wilayah berikat itu.

"Kendala yang dihadapi PLN adalah sebaran lahan yang sangat luas, tanah rawa bergambut, dan harus menggunakan transportasi air," terang Nafian Faiz, Ketua Perhimpunan Petambak dan Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung), Kamis (8/8/2019)

Nafian mengatakan, kendala yang dihadapi PLN memang cukup berat untuk memasang jalur listrik PLN ke wilayah Dipasena.

Misalnya saja, untuk satu kampung dibutuhkan tidak kurang dua ribu batang tiang listrik.

Adapun untuk satu Kecamatan dibutuhkan sekitar 16 ribu tiang baru yang harus didatangkan dan disuplay ke jalur-jalur pertambakan.

"Belum lagi cara tancap tiangnya tidak sama dengan di daerah darat, ini harus dicor, kalau tidak ya roboh. Nah ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, tentu juga akan memakan waktu yang lama," papar Nafian.

KPK akan Periksa Enam Petambak Dipasena Terkait Kasus BLBI Syamsul Nursalim

"Kalau sistem kerja PLN seperti ini, delapan tahun baru semua kampung di Dipasena bisa terlayani," sambungnya.

Sementara itu, dia melihat, di wilayah Dipasena banyak tiang listrik milik PT Central Proteina Prima (CPP) yang masih cukup bagus DAN masih berdiri tegak namun tidak digunaan.

"Harusnya PLN menggunakan tiang tersebut dan tak perlu mendatangkan tiang baru, ini langkah penghematan sekaligus percepatan," sarannya.

Atas kondisi itu, dia menyarankan PT PLN (Persero) bersama Guburnur Lampung serta Bupati Tulangbawang duduk bersama dengan pimpinan PT CPP.

Ini untuk membahas agar tiang yang sudah ada bisa dimanfaatkan PLN untuk kepentingan masyarakat Bumi Dipasena.

(tribunlampung.co.id/endra zulkarnaen)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved