Tribun Bandar Lampung

Jika Tuntutan Tak Ditanggapi, Buruh Ancam Gelar Demo Lebih Besar

Kristina, juru bicara peserta aksi, mengatakan, pemerintah selalu berdalih tuntutan akan didiskusikan.

Jika Tuntutan Tak Ditanggapi, Buruh Ancam Gelar Demo Lebih Besar
Tribun Lampung/Kiki
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat menemui perwakilan peserta aksi, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya hanya bisa menampung aspirasi peserta demo.

Sementara yang memutuskan adalah pemerintah pusat.

Hal itu dikatakan Taufik Hidayat saat menemui perwakilan peserta aksi di ruangan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung, Rabu (21/8/2019).

"Sekarang kami ini sifatnya menampung ya. Kalau mau menolak, apa yang harus kami tolak?" ujar Taufik.

Menurut Taufik, aspirasi pendemo akan disampaikan ke Diskanertrans Lampung dan Kementerian Tenaga Kerja.

"Karena kami perlu membuat surat rekomendasi. Kami juga butuh proses," imbuhnya.

Kristina, juru bicara peserta aksi, mengatakan, pemerintah selalu berdalih tuntutan akan didiskusikan.

Menurut dia, Pemprov Lampung tidak pernah menanggapi serius aspirasi dari kaum buruh.

"Bahannya diambil, didiskusiin sama Dinas Ketenagakerjaan sama gubernur. Gitu aja dari dulu," jelas Kristina.

Ia menegaskan, jika tidak ada kepastian dalam minggu-minggu ini, pihaknya tidak akan segan-segan menggelar aksi yang lebih keras bahkan radikal.

Demo di Pemprov Lampung Ricuh, Buruh dan Satpol PP Saling Dorong

PPRL Gelar Aksi di Pemprov Lampung Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Halaman
123
Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved